JURNALSUKABUMI.COM – Meluapnya Sungai Cicatih yang menyebabkan banjir bandang hingga merendam ratusan rumah warga di tiga kecamatan, Sukabumi Utara, diduga akibat jebolnya embung air terjun Citaman di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi.
Hal itu dikatakan Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol INF Danang Prasetyo saat di lokasi bencana di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Rabu (23/09/2020).
Ia mengungkapkan, penyebab meluap aliran Sungai Cicatih itu lantaran embung Curug Citaman jebol. Sehingga, tidak bisa menahan debit air yang cukup deras dari pegunungan.
“Peyebabnya itu Curug Citaman yang tadinya dia mempunyai seperti penadah air terjun yang berbentuk mangkok itu pecah sehingga debit air yang tadinya bias biasa-saja menjadi deras dan membuat Sungai Cicatih meluap,” ujarnya kepada Jurnalsukabumi.com.
Lanjut dia, akibat jebolnya embung itu banyak bongkahan batu hingga kayu terbawa oleh derasnya air, sehingga luas aliran Sungai Cicatih menyempit hingga akhirnya meluap, kepemukiman rumah warga.
“Banyak material yang terbawa karena debit air yang besar. Selain itu, membawa bongkahan batu akhirnya membabat pohon yang dilewatinya,” jelas Danang.
Sebelumnya, 300 unit rumah warga dikabarkan terdampak banjir bandang akibat meluapnya aliran Sungai Cicatih di Kabupaten Sukabumi.
Ratusan rumah, baik rusak berat, sedang, maupun ringan itu tersebar di 11 desa dan satu kelurahan dari tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Cicurug, Parungkuda, dan Cidahu.
Selain itu akibat banjir itu dilaporkan tiga warga yang hilang hanyut terseret arus banjir. Identitas ketiga korban yang lenyap saat meluapnya aliran Sungai Cicatih, Senin (21/09/2020), antara lain Ajo (25) dan Juned (60) tercatat warga Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Satu lagi bernama Kosim (60), warga Kampung Aspol, Kelurahan/Kecamatan Cicurug.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan












