JURNALSUKABUMI.COM – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Senin, 24 Agustus 2026. Sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial UMMI, resmi menuntaskan perjalanan akademiknya melalui prosesi yudisium.
Yudisium menjadi gerbang penting sebelum para mahasiswa menyandang gelar sarjana dalam Wisuda Gelombang I Tahun 2026 mendatang. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya perjuangan panjang mereka di bangku perguruan tinggi.
Empat puluh mahasiswa, empat puluh kisah perjuangan. Sebagian mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan perjalanan yang relatif lancar. Namun, tidak sedikit pula yang harus melewati jalan berliku, jatuh bangun, tertatih, bahkan menghadapi berbagai tantangan sebelum akhirnya sampai di titik kelulusan.
Seluruh perjuangan itu bermuara pada satu momen yang sama: Yudisium
Suasana semakin mengharukan ketika mahasiswa, dosen, dan orang tua hadir menyaksikan langsung prosesi tersebut. Tatapan haru dan bangga terpancar dari wajah para orang tua yang melihat buah hati mereka berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi setelah melalui perjalanan panjang.
“Akhlak Lebih Utama daripada Ilmu”
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Dr. Dian Purwanti, M.A.P., menyampaikan pesan mendalam kepada para calon sarjana. Ia mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan.
“Amalkan ajaran Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari, dan jagalah akhlak, karena akhlak lebih utama daripada ilmu,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar sarjana yang kelak melekat di belakang nama para lulusan bukan sekadar pencapaian akademik. Gelar itu juga membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater, orang tua, serta agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Gelar Sarjana Bukan Garis Akhir
Pesan senada disampaikan Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Dr. Andi Mulyadi, M.Si. Ia menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan.
“Jangan pernah melupakan jasa kedua orang tua yang telah mengantarkan kalian sampai pada titik ini. Tidak ada manusia yang sukses sendirian, ada banyak orang yang terlibat dan turut andil di balik setiap keberhasilan.”
Pesan tersebut mengajak para lulusan untuk tetap rendah hati, bersyukur, dan menghargai setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka hingga berhasil mencapai titik ini.
Menyongsong Babak Baru
Prosesi yudisium menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik 40 mahasiswa Ilmu Administrasi Publik UMMI di bangku kuliah. Namun, pada saat yang sama, yudisium juga menjadi pintu gerbang menuju babak baru yang tak kalah menantang: dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai akhlak, serta semangat kemuhammadiyahan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan, para calon wisudawan dan wisudawati diharapkan mampu menjadi sarjana yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Sebab, kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh mampu memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, agama, dan negara.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar