JURNALSUKABUMI.COM — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, menegaskan bahwa Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR/MPR RI pada Jumat, 14 Agustus 2026, bukan sekadar laporan rutin tahunan. Pidato tersebut merupakan penegasan atas capaian konkret selama 21 bulan atau 663 hari kerja keras kabinet dalam mengurai persoalan bangsa yang telah terendap berpuluh-puluh tahun.
Menurut legislator yang akrab disapa Hergun ini, hadirnya 121 kebijakan transformatif—dengan rata-rata lahir satu kebijakan setiap lima hari—membuktikan komitmen tinggi pemerintah dalam mengabdi secara total kepada masyarakat.
Kemandirian Energi, Pangan, dan Rekor Pertumbuhan Ekonomi
Heri Gunawan menyoroti keberhasilan historis Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak geopolitik global.
“Per 1 Juli 2026, Indonesia mencatat sejarah dengan resmi menghentikan impor solar berkat penerapan penuh Biodiesel B50. Langkah ini menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun (US$ 9,5 miliar) per tahun. Ditambah lagi, pencapaian swasembada pada 8 komoditas pangan utama memastikan stok nasional aman dari ancaman iklim ekstrem seperti El Niño,” ujar Hergun.
Di sektor makroekonomi, kinerja pemerintah mencatatkan rekor impresif. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 mencapai 5,45% dan meroket hingga 5,61% pada semester I/2026, menjadi angka pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Realisasi investasi pun menembus Rp1.931 triliun pada 2025 dan Rp1.010 triliun di semester I/2026.
“Namun sebagaimana ditekankan Bapak Presiden, angka-angka ini bukan statistik di atas kertas, melainkan instrumen utama untuk mendorong pemerataan kesejahteraan hingga ke lapisan bawah,” tambahnya.
Reformasi BUMN, Penegakan Hukum, dan Efisiensi Negara
Sinergi tegas antara pemerintah dan BPK telah memulihkan serta menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp112 triliun sepanjang 2025. Di bidang peradilan, peningkatan remunerasi hakim junior hingga 280% disahkan untuk memantapkan independensi peradilan dan memberantas korupsi.
Hergun juga menyambut baik langkah tegas Presiden dalam merestrukturisasi BUMN dari 1.074 perusahaan/anak-cucu menjadi 300 BUMN produktif, yang berpotensi menghemat overhead hingga Rp50 triliun per tahun.
“Restrukturisasi ini langsung berdampak pada melonjaknya laba BUMN strategis seperti Semen Indonesia (SMGR) hingga 408,9%, serta kenaikan keuntungan PT Timah hingga 9 kali lipat pascapenutupan 1.000 tambang timah ilegal. Mengenai RUU Perampasan Aset, Fraksi Partai Gerindra di parlemen siap mengawal akselerasinya agar hukum memiliki taring yang kuat memiskinkan koruptor,” tegas Hergun.
Berorientasi Akar Rumput: Perlindungan Pekerja, Ojol, dan Nelayan
Kehadiran negara di tingkat akar rumput dirasakan langsung melalui berbagai kebijakan strategis:
• Pengesahan UU PPRT: Menjamin kepastian hukum dan martabat Pekerja Rumah Tangga.
• Kesejahteraan Driver Ojol: Intervensi pemerintah mengubah porsi pembagian pendapatan menjadi 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator, melipatgandakan pendapatan harian mereka.
• Kampung Nelayan Merah Putih: Target pembangunan 1.100 kawasan pesisir modern hingga akhir 2026 yang mengintegrasikan dermaga, cold storage, hingga pemukiman layak.
• Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Lebih dari 10.000 unit telah beroperasi (target 30.000 unit di akhir 2026) sebagai offtaker hasil tani dan nelayan demi memutus rantai tengkulak.
Rangkuman Data Utama Capaian 21 Bulan Pemerintahan Prabowo
Sektor
Capaian Kunci & Dampak Konkret
Pertumbuhan Ekonomi
Tumbuh 5,61% di semester I/2026 (tertinggi dalam 13 tahun); Investasi H1 2026 capai Rp1.010 T (1,4 juta tenaga kerja).
Kedaulatan Energi & Pangan
Bebas impor solar via B50 (hemat Rp170 T/tahun); Swasembada 8 komoditas pangan utama tercapai dalam 1 tahun; Harga pupuk turun 20%.
Pendidikan & SDM
Revitalisasi 71.744 sekolah/pesantren hingga daerah 3T; Pembangunan 182 Sekolah Rakyat berasrama; Peralihan guru PPPK ke pusat.
Kesehatan & Bansos
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) jangkau 108 juta warga; JKN gratis untuk 96,8 juta warga miskin; Verifikasi bansos dipangkas dari bulanan jadi hitungan menit/jam.
Inovasi Finansial & SDA
Peluncuran Bank Emas Indonesia (kelola 153 ton emas / Rp360 T); Pendirian PT Danantara DSI; Tata kelola Logam Tanah Jarang (LTJ).
Demokrasi Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Mengakhiri pernyataannya, Heri Gunawan menegaskan pesan Presiden Prabowo bahwa demokrasi Indonesia bukanlah panggung untuk saling menjatuhkan, melainkan wadah gotong royong dan kekeluargaan.
“Kritik adalah energi positif untuk perbaikan. Namun, persatuan nasional tetap menjadi benteng terkuat kita. Seluruh jajaran Partai Gerindra dan kekuatan koalisi di parlemen berkomitmen penuh mengawal dan memastikan setiap kebijakan Presiden Prabowo benar-benar hadir di dapur dan kehidupan masyarakat kecil,” tutup Heri Gunawan. (*).











