Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Krisis mulai menghantui nelayan di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Di tengah minimnya hasil tangkapan ikan, nelayan kini harus menghadapi persoalan baru berupa pembatasan kuota BBM yang berdampak langsung pada aktivitas melaut.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, mengungkapkan bahwa kondisi nelayan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, musim panen raya ikan tongkol yang biasanya menjadi andalan nelayan tidak muncul seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Ya, sekarang ini bulan Mei mendekati Juni yang biasanya bulan Juni, Juli, Mei itu mulai, Mei itu sudah memulai mulai panen raya. Tapi tahun kemarin Juni, Juli itu yang biasanya puncak panen raya, tongkol itu banyak sekali sampai harganya jatuh, tahun kemarin tidak terjadi. Dan tahun ini, tanda-tandanya di bulan Mei pun belum ada. Nah, tambah lagi sekarang dengan pembatasan BBM,” ungkap Sri Padmoko.

Menurutnya, persoalan BBM kini menjadi ancaman serius bagi operasional kapal nelayan. Pasokan solar industri untuk kapal besar disebut tersendat, sementara kuota BBM subsidi untuk nelayan kecil juga mengalami pengurangan signifikan.

“BBM, ya. Jadi kuota BBM untuk nelayan kapal di atas 30 GT yang menggunakan solar industri itu tersendat pengirimannya. Terus yang untuk subsidi, untuk nelayan berkurang kuotanya dari 1 bulan itu 320 KL sekarang tinggal 240 KL, dan sudah dipastikan berkurang juga. Sementara kalau kita mau merekomendasikan pembelian di SPBU umum akan mengganggu ketertiban karena antreannya akan menjadi panjang,” bebernya.

Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan mulai kesulitan menentukan jadwal melaut. Di sisi lain, persoalan regulasi benih bening lobster (BBL) juga disebut masih menjadi beban tersendiri bagi nelayan pesisir.

Padmoko menilai, berbagai persoalan yang datang bersamaan membuat nelayan berada dalam tekanan berat. Sebagai kepala dinas, ia mengaku belum mampu memberikan solusi maksimal selain terus menyuarakan kondisi yang dialami nelayan ke pemerintah pusat.

“Dan ini saya tidak bisa berbuat banyak, selain menyuarakan ini, saya sedih dan saya sampaikan permohonan maaf kepada nelayan Kabupaten Sukabumi di Hari Nelayan ini. Terima kasih,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita
Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Berita Terbaru