JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi, Andri Setiawan menyebut saat ini ada 46 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara manual atau alami.
Kendati masih IPAL manual dan secara aturan tidak serta-merta melanggar, namun aspek keamanan dan kelayakan teknis tetap harus diuji.
Ia menjelaskan, dari 46 dapur SPPG tersebut, baru 16 telah di uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, terkait kualitas air limbah harus memenuhi baku mutu lingkungan. “Ya, saat ini baru 16 yang sudah di uji laboratorium dan hasilnya memenuhi, tinggal sisanya 30 lagi yang belum di uji,” ujar Andri saat dihubungi Jurnalsukabumi.com, Rabu (25/2).
Menurut Andri, penguatan sistem pengolahan limbah merupakan bagian krusial dalam menjaga kredibilitas program MBG tersebut. “Tentunya pengolahan limbah ini begitu penting dalam program MBG. Kemudian hal ini penting untuk mencegah pencemaran yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Satgas MBG Kota Sukabumi berharap seluruh pengelola SPPG segera menyesuaikan fasilitas agar program pemenuhan gizi berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek lingkungan. “Kami ingin program ini kuat dari hulu ke hilir. Gizi terpenuhi, lingkungan pun tetap aman,” pungkasnya.
Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan

















