JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pelajar SMP di Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat melintas di jalan provinsi wilayah selatan Sukabumi, Selasa (17/2/2026) dini hari.
Korban berinisial AA (15), siswa kelas 3 SMPN 2 Ciracap, warga Kampung Cibuluh, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap. Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan perkebunan kelapa Asabaland, Jalan Provinsi Surade–Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Akibat serangan brutal tersebut, AA mengalami luka bacokan senjata tajam di bagian kepala dan tangan, disertai benjolan di belakang kepala. Korban mengalami pendarahan hebat dan langsung dilarikan ke Puskesmas Ciracap untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa bermula saat korban dibonceng temannya sepulang menonton pertunjukan musik reggae di kawasan Ujunggenteng. Mereka pulang beriringan menggunakan dua sepeda motor menuju Kampung Selagombong, Desa Ciracap.
Di lokasi kejadian, korban dan rekannya melihat sekitar 15 sepeda motor terparkir di pinggir jalan. Para pengendara memakai helm dan diduga sudah menunggu.
“Mereka menyetop sambil berteriak kasar. Motor yang saya tumpangi berhenti, lalu sekitar empat orang langsung menendang motor sampai jatuh dan menyabetkan senjata tajam jenis celurit dan corbek,” tutur AA.
Satu motor lain yang beriringan memilih memutar balik setelah melihat kejadian tersebut. Usai melakukan pembacokan, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Surade.
Teman korban yang membonceng hanya mengalami luka gores. Sementara AA yang terluka parah sempat tergeletak di jalan sebelum akhirnya ditolong dan dibawa ke puskesmas.
Mail (52), ayah korban, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 02.00 WIB setelah mendapat kabar dari petugas puskesmas.
“Anak saya dijemput temannya malam itu katanya mau nonton musik. Saya tidak menyangka pulangnya dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Pihak keluarga memastikan akan segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Ciracap. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait motif maupun identitas pelaku.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











