Dedi Setiadi Resmi Nahkodai DPC Peradi SAI: Advokat Tidak Boleh Patuh Terhadap Ketidakadilan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dedi Setiadi resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Sukabumi periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II yang digelar di Hotel Augusta, Cikukulu, Sukabumi, Sabtu, (7/2).

Dalam sambutannya, Dedi menegaskan pentingnya soliditas dan integritas di tubuh organisasi advokat. Ia menyebut, kini advokat memiliki dasar hukum yang kuat dalam menjalankan profesinya dan tidak boleh gentar menghadapi aparat penegak hukum yang menyimpang.

“Kita harus solid. Kalau ada penegak hukum yang tidak benar, kita lawan. Saya berdiri paling depan untuk menjalankan undang-undang,” ujar Dedi, kepada Jurnalsukabumi.com, Sabtu (7/2).

Sebagai nahkoda baru, ia menjelaskan bahwa saat ini advokat memiliki posisi yang lebih kuat di banding sebelumnya, terutama setelah berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Menurutnya, peran advokat kini tidak lagi pasif.

“Dulu mendampingi saksi sifatnya pasif, sekarang aktif. Bahkan dalam tahap klarifikasi sudah boleh didampingi pengacara. Dulu hal itu tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Menurut Dedi, sejumlah mekanisme hukum yang sebelumnya dianggap sensitif, seperti praperadilan, kini justru menjadi hak yang wajib dijalankan. Ia mencontohkan, ketidaksesuaian barang bukti, proses pemeriksaan tertutup, hingga perkara laporan yang tidak berjalan dapat diuji melalui praperadilan.

“Pemeriksaan harus terbuka dan diawasi, termasuk melalui CCTV. Kalau tidak, itu bisa kita praperadilankan,” ungkapnya.

Menghadapi tantangan profesi advokat ke depan, Dedi menilai integritas, peningkatan keilmuan, dan kesolidan organisasi menjadi kunci utama. Ia menegaskan kesalahan dalam proses hukum tidak boleh dibiarkan. “Kesalahan jangan didiamkan. Harus kita perbaiki sebagai advokat,” tegasnya.

Dedi menambahkan, di awal kepemimpinannya, ia akan membenahi internal organisasi sebelum menjalankan berbagai program. Program tersebut meliputi perekrutan anggota, pendidikan dan ujian advokat, penyumpahan, seminar, hingga pendidikan lanjutan. Pungkasnya.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Asep Japar Sah Pimpin DPD Golkar Sukabumi 2025–2030, Budi Azhar: Lebih Solid untuk Sukabumi Mubarokah
Pernah Bertugas di Papua dan Prancis, Kini dr. Rizky Marpaung Layani Kesehatan Warga Sukabumi
Hari Santri 2026, Dewan Teddy Setiadi Ajak Santri Berilmu dan Berakhlak Mulia
13 Tahun Mondok, Ajeng Kholifah Jadi Semangat Santri Sukabumi ke Forum Internasional
Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026
Tampil Gemilang di Jaraido Championship 3, Pesilat Muda Sukabumi Zahra Dwi Khoirunnisa Raih Juara 1 Nasional
Yudi Prangga Pimpin DPK KNPI Cicurug, Potensi Pemuda Dibidik dari Pertanian hingga Industri
Iman Adinugraha Raih IJTI Award, Dorong Aspirasi Sukabumi dari Parlemen Nasional

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Asep Japar Sah Pimpin DPD Golkar Sukabumi 2025–2030, Budi Azhar: Lebih Solid untuk Sukabumi Mubarokah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pernah Bertugas di Papua dan Prancis, Kini dr. Rizky Marpaung Layani Kesehatan Warga Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Hari Santri 2026, Dewan Teddy Setiadi Ajak Santri Berilmu dan Berakhlak Mulia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:18 WIB

13 Tahun Mondok, Ajeng Kholifah Jadi Semangat Santri Sukabumi ke Forum Internasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026

Berita Terbaru