Dilema Pelajar MI Sukamaju: Jembatan Putus, Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Sekolah

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasirbadak di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus sungai demi menuntut ilmu.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Citalahab hanyut diterjang banjir bandang pada Minggu (28/12/2025) lalu.

Hingga kini, belum ada akses pengganti yang memadai bagi para siswa maupun warga sekitar.

Kepala MI Pasirbadak, Farhan Nurjayid, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada 25 siswanya yang terdampak langsung oleh putusnya akses jembatan tersebut.

“Ada sebanyak 25 pelajar yang setiap pergi dan pulang sekolah harus menyeberang sungai secara manual. Anak-anak ini berasal dari Kampung Pasirkopo, Desa Wangunreja. Sungai Citalahab ini memang menjadi batas antara Desa Sukamaju dengan Desa Wangunreja,” ungkap Farhan kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (08/01/2026).

Baca juga : https://jurnalsukabumi.com/2026/01/08/ngeri-pelajar-di-nyalindung-sukabumi-terjang-bahaya-lewati-jembatan-nyaris-putus/

Pihak sekolah mengaku sangat khawatir dengan keselamatan para siswa, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Nyalindung. Sebagai langkah antisipasi, sekolah memberikan kebijakan khusus atau dispensasi bagi siswa yang berasal dari Kampung Pasirkopo.

“Jika kondisi langit mendung saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, mereka diperbolehkan pulang lebih cepat. Bahkan, jika sejak pagi cuaca sudah hujan, mereka diberi izin untuk tidak masuk sekolah demi keselamatan,” tambah Farhan.

Akses Vital Dua Desa

Hal senada disampaikan oleh Cece Wahyudin, warga Desa Sukamaju yang juga sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Palang Merah Indonesia (PMI). Menurutnya, jembatan gantung tersebut bukan sekadar akses sekolah, melainkan urat nadi ekonomi dan sosial bagi warga Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja.

“Jembatan ini sangat vital. Saya pribadi kalau mau ke rumah mertua di Desa Wangunreja biasanya lewat sini. Sekarang mobilitas warga jadi sangat terhambat,” kata Cece.

Ia berharap pemerintah daerah atau instansi terkait segera turun tangan untuk membangun kembali jembatan permanen atau gantung di lokasi tersebut.

“Kami sangat berharap jembatan secepatnya dibangun kembali agar masyarakat dan para pelajar bisa beraktivitas dengan aman. Orang tua juga tidak perlu was-was setiap kali anaknya berangkat sekolah,” pungkasnya.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kangkangi Aturan, BKPSDM Sukabumi Tegas Pecat 10 ASN
Lailatul Ijtima Jadi Momentum Introspeksi dan Kolaborasi Pembangunan Sukabumi
Sakit Hati Berujung Bui, Pemuda di Cibeureum Sukabumi Bacok Korban 
Warga Keluhkan Jalan Rusak di Kota Sukabumi, Minta Pemerintah Cepat Perbaiki
Akses Jembatan Putus, Warga Bantargadung Rela Menantang Maut Lintasi Derasnya Sungai
Menteri Wihaji Soroti Pernikahan Dini sebagai Faktor Utama Stunting di Sukabumi
Puskesmas Palabuhanratu Terendam Banjir, Tim SAR Gabungan Evakuasi 10 Warga
Jalan Bagbagan-Kiaradua Belum Bisa Dilintasi, Longsor Masih Bergerak di Dua Lokasi  

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:36 WIB

Kangkangi Aturan, BKPSDM Sukabumi Tegas Pecat 10 ASN

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:48 WIB

Lailatul Ijtima Jadi Momentum Introspeksi dan Kolaborasi Pembangunan Sukabumi

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:54 WIB

Sakit Hati Berujung Bui, Pemuda di Cibeureum Sukabumi Bacok Korban 

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:05 WIB

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Kota Sukabumi, Minta Pemerintah Cepat Perbaiki

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:48 WIB

Akses Jembatan Putus, Warga Bantargadung Rela Menantang Maut Lintasi Derasnya Sungai

Berita Terbaru

HEADLINE

Kangkangi Aturan, BKPSDM Sukabumi Tegas Pecat 10 ASN

Sabtu, 17 Jan 2026 - 10:36 WIB