JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasirbadak di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus sungai demi menuntut ilmu.
Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Citalahab hanyut diterjang banjir bandang pada Minggu (28/12/2025) lalu.
Hingga kini, belum ada akses pengganti yang memadai bagi para siswa maupun warga sekitar.
Kepala MI Pasirbadak, Farhan Nurjayid, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada 25 siswanya yang terdampak langsung oleh putusnya akses jembatan tersebut.
“Ada sebanyak 25 pelajar yang setiap pergi dan pulang sekolah harus menyeberang sungai secara manual. Anak-anak ini berasal dari Kampung Pasirkopo, Desa Wangunreja. Sungai Citalahab ini memang menjadi batas antara Desa Sukamaju dengan Desa Wangunreja,” ungkap Farhan kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (08/01/2026).
Pihak sekolah mengaku sangat khawatir dengan keselamatan para siswa, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Nyalindung. Sebagai langkah antisipasi, sekolah memberikan kebijakan khusus atau dispensasi bagi siswa yang berasal dari Kampung Pasirkopo.
“Jika kondisi langit mendung saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, mereka diperbolehkan pulang lebih cepat. Bahkan, jika sejak pagi cuaca sudah hujan, mereka diberi izin untuk tidak masuk sekolah demi keselamatan,” tambah Farhan.
Akses Vital Dua Desa
Hal senada disampaikan oleh Cece Wahyudin, warga Desa Sukamaju yang juga sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Palang Merah Indonesia (PMI). Menurutnya, jembatan gantung tersebut bukan sekadar akses sekolah, melainkan urat nadi ekonomi dan sosial bagi warga Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja.
“Jembatan ini sangat vital. Saya pribadi kalau mau ke rumah mertua di Desa Wangunreja biasanya lewat sini. Sekarang mobilitas warga jadi sangat terhambat,” kata Cece.
Ia berharap pemerintah daerah atau instansi terkait segera turun tangan untuk membangun kembali jembatan permanen atau gantung di lokasi tersebut.
“Kami sangat berharap jembatan secepatnya dibangun kembali agar masyarakat dan para pelajar bisa beraktivitas dengan aman. Orang tua juga tidak perlu was-was setiap kali anaknya berangkat sekolah,” pungkasnya.
Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan











