Bencana Kabupaten Sukabumi 2025: 1.176 Kejadian, 7 Nyawa Melayang

Senin, 5 Januari 2026 - 16:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 1.176 kejadian bencana menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi sepanjang tahun 2025.

Rentetan bencana ini mengakibatkan korban jiwa, kerusakan ribuan rumah, hingga infrastruktur publik.

Berdasarkan data resmi BPBD, dampak dari ribuan bencana tersebut mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 3 orang hilang (belum ditemukan), dan 14 orang luka-luka.

Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, merinci bahwa bencana didominasi oleh tanah longsor dan angin kencang.

Berikut adalah detail kejadiannya,tanah longsor 536 kejadian, angin kencang 360 kejadian, banjir 236 kejadian, pergerakan tanah 35 kejadian dan gempa bumi 9 kejadian.

Daeng memaparkan bahwa korban meninggal dunia tersebar di beberapa titik lokasi bencana yang cukup parah.

Baca juga : https://jurnalsukabumi.com/2025/03/09/tiga-kecamatan-ini-ditetapkan-tanggap-darurat-bencana-di-sukabumi/

“Kasus meninggal dunia ini berasal dari bencana longsor dan banjir di Simpenan sebanyak 4 orang, Palabuhanratu 2 orang, dan Bojonggenteng 1 orang,” ungkap Daeng Sutisna dalam keterangan pers yang diterima jurnalsukabumi.com, Senin (5/1/2026).

“Sedangkan 3 orang yang dinyatakan belum ditemukan, mereka terdampak bencana tanah longsor di wilayah Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong pada Maret 2025 lalu,” tambahnya.

Dampak kerugian materiil akibat bencana di Kabupaten Sukabumi sangat signifikan. Tercatat sebanyak 5.776 unit rumah terdampak dengan rincian sebagai berikut, rusak berat 727 unit, rusak sedang 1.605 unit dan rusak ringan 3.444 unit. Sedangkan rumah terancam 461 unit.

Tidak hanya hunian warga, sebanyak 8.189 Kepala Keluarga (KK) atau total 19.840 jiwa terdampak langsung oleh bencana sepanjang tahun tersebut. Sementara warga yang terancam terdapat 686 KK atau 1.925 jiwa.

Baca juga :

https://jurnalsukabumi.com/2025/10/27/banjir-bandang-terjang-cisolok-500-rumah-warga-cikahuripan-terendam/

Bencana juga melumpuhkan berbagai fasilitas sosial dan infrastruktur penting di Sukabumi. Fasilitas umum meliputi 80 tempat ibadah, 26 sarana pendidikan, dan 30 sarana kesehatan.

Infrastruktur meliputi 55 jembatan, 108 Tembok Penahan Tanah (TPT), 29 saluran irigasi, dan 140 titik akses jalan.

“Sedangkan pertanian seluas 222 hektar sawah atau lahan pertanian warga mengalami kerusakan,” jelas Daeng.

Pemerintah melalui BPBD terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di zona rawan banjir, longsor dan pergerakan tanah, mengingat intensitas cuaca ekstrem yang masih sulit diprediksi.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!
Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli
BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Rabu, 4 November 2026 - 11:19 WIB

Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!

Senin, 2 November 2026 - 14:47 WIB

Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!

Berita Terbaru