JURNALSUKABUMI.COM – Sambaran petir merusak parah rumah Ahmad Ripa’i (45) di Kampung Wangun, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (18/11/2025) sore.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Rumah milik Ripa’i dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dinding dan perabotannya. Meski pemilik rumah selamat, insiden ini menimbulkan kerugian materiil dan kepanikan.
Warga sekitar, Edi (34), menceritakan betapa dahsyatnya suara sambaran tersebut.
“Terdengar suara menggelegar sekali, kaya ledakan. Pas saya cek ternyata rumah Ahmad yang kena,” ujar Edi.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, membenarkan kejadian ini, menegaskan bahwa cuaca ekstrem adalah pemicunya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi penekanan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengenai urgensi kesiapsiagaan warga menghadapi cuaca ekstrim.
“Petir menyambar rumah warga di saat hujan lebat mengguyur wilayah Parakansalak. Dampaknya, satu unit rumah milik Bapak Ahmad Ripa’i mengalami kerusakan pada bagian dinding berikut perabotannya,” kata Daeng.
Sebagai respons, Tim P2BK Parakansalak langsung dikerahkan ke lokasi untuk berkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan, fokus pada pendataan dan asesmen kerusakan.
Daeng menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah material perbaikan dan perlengkapan dapur bagi korban.
“Kami langsung berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan relawan untuk melakukan pendataan. Saat ini, kebutuhan mendesak bagi korban adalah material perbaikan rumah dan perlengkapan dapur,” ungkapnya.
Mengingat Sukabumi rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan sambaran petir, Daeng Sutisna mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras.
“Kami mengimbau warga untuk waspada. Jika terjadi hujan deras disertai petir, sebaiknya matikan peralatan listrik dan hindari berada di area terbuka atau dekat pohon tinggi,” kata dia.
Lebih lanjut, ia mendorong inisiatif mitigasi mandiri, mulai dari pemasangan penangkal petir sederhana hingga pembentukan komunitas yang sadar bencana (kampung tangguh bencana).
Saat ini, total kerugian materiil masih dalam perhitungan Tim Pusdaltops BPBD. Pihaknya juga segera menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemulihan.
“Data kerugian sedang dihitung. Namun prioritas kami adalah membantu pemulihan rumah korban agar kembali layak huni,” sambungnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












