Kisah Ibu dari Anak Korban TPPO di Sukabumi, Rela Kerja Banting Tulang

Jumat, 19 September 2025 - 18:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mak Emalia (55), seorang ibu di Cisaat, Sukabumi, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan hingga rela kerja banting tulang, setelah putrinya, Reni (25), menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipaksa menikah sebelum diberangkatkan, kini ia harus bekerja lebih keras demi bisa memulangkan anaknya.

Setiap hari, wanita paruh baya ini terpaksa berjalan kaki selama satu jam dari rumahnya untuk bekerja sebagai pembungkus kue ali.

“Pendapatan saya paling hanya Rp 50 ribu, itu pun hanya cukup untuk makan dan membeli sabun sehari-hari,” ungkap Mak Emalia, saat ditemui pada Jumat (19/09/2025).

Kerja kerasnya ini tak lepas dari beban hidup yang ditanggungnya. Sebelumnya, biaya sewa kontrakan dan pengobatan anak sulungnya yang sakit dibantu oleh Reni.

Namun, sejak Reni pergi, dirinya harus mengurus semuanya sendiri. Ia mengenang kembali momen terakhir saat Reni berkomunikasi dengannya.

“Waktu itu dia telepon, ‘Doain aja Bu biar saya bisa pulang’. Kata-kata itu aneh, kenapa harus didoakan untuk pulang dari Cikembar? Saya mulai curiga,” kenangnya.

Kecurigaan Mak Emalia terbukti saat ia mengetahui Reni telah berada di China. Sebelumnya, Reni juga pernah meminta izin untuk bekerja ke luar negeri, namun ia melarangnya.

“Dulu Reni pernah bilang mau terbang ke luar negeri, tapi saya larang. Saya bilang kerja di Sukabumi saja. Tiba-tiba dia sudah ada di sana,” tuturnya.

“Saya suka hitung jam, enggak terasa sudah jalan satu jam. Walaupun sekarang lagi bicara, saya terus ingat ke anak,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah bisa membantunya memulangkan Reni.

“Saya hanya berharap Reni cepat pulang dan selamat,” ucapnya dengan penuh harap.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Heri Gunawan Sebut Doktrin ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Kunci Transformasi Polri Dukung Asta Cita Prabowo
Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 
Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Gencarkan Edukasi Hukum, Warga Perbatasan Serahkan Sisik Trenggiling
Kunjungi Polres Sukabumi, Kapolda Jabar Bicara Strategi Baru Hadapi Keresahan Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Heri Gunawan Sebut Doktrin ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Kunci Transformasi Polri Dukung Asta Cita Prabowo

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WIB

Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 

Senin, 21 September 2026 - 12:48 WIB

Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB