JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyambut hangat terkait rencana penambahan Sekolah Rakyat (SR) yang diwacanakan bakal direalisasikan tahun 2026 mendatang di Sukabumi.
Hal tersebut ia sampaikan tepat di sela kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri ke Sentra Phalamarta Cibadak, Sukabumi Rabu (18/9/2025) kemarin.
Wabup yang didampingi Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi ini mengapresiasi dan menitipkan harapkan ke DPR agar rencana penambahan SR bisa diralisasikan.
“Terimakasih atas kunjungan Pak Dewan, semoga rencana pembangunan SR yang baru di Sukabumi ini berjalan lancar. Tinggal dorongan teknis dari DPR RI agar bisa diselesaikan,” kata Andreas.
Karena menurutnya, Sekolah Rakyat Menengah Pertama 7 (SRMP 7) Kabupaten Sukabumi yang sudah berjalan ini benar-benar dirasakan manfaatnya. Selain, sekolah berasrama gratis yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu dan kelompok rentan lainnya agar mendapatkan hak pendidikan.
Juga, sekolah yang berlokasi di Sentra Phalamartha Cibadak ini telah menerapkan Kurikulum Nasional dengan penekanan pada penguatan karakter dan bertujuan untuk membentuk peserta didik yang cerdas secara akademik dan berdaya secara sosial-emosional.
“Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat ini sudah berjalan baik dan lancar. Ya, adapaun ada kendala itu hanya bersifat minor dan dapat segera ditangani,” ulasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Komisi VIII untuk mengawasi dan mendukung program-program kesejahteraan sosial yang dijalankan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Salah satu fokus utama dari kunjungan ini adalah pemantauan pelaksanaan Program Presiden Sekolah Rakyat atau SR, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saat ini Sekolah Rakyat di Sukabumi masih menampung sekitar 100 siswa. Namun ke depan, jumlah itu ditargetkan bisa mencapai seribu siswa setelah adanya pembangunan di lahan baru,” kata Abidin.
Dikatakannya, pembangunan rencananya dimulai pada tahun 2026 di atas lahan 13 hektare di Cicurug yang telah disiapkan Pemkab Sukabumi. Rencana awalnya di Palabuhanratu, namun dipindahkan karena kawasan Cimandiri masuk zona rawan bencana.
“Termasuk desain Sekolah Rakyat sudah dipersiapkan, meski masih menunggu peninjauan teknis mengingat kondisi geografis Sukabumi yang cukup menantang. Rencana pembangunan ini akan ditindaklanjuti bersama oleh Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, serta Pemkab Sukabumi,” bebernya.
Tentunya, “Sekolah Rakyat adalah terobosan Presiden untuk memutus rantai kemiskinan dengan pendidikan. Pesertanya berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” tutupnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












