Kondisi Terkini Ibu dan Anak Korban Penyiraman Air Keras di Sukabumi

Sabtu, 17 Mei 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM– Kondisi terkini YA (37) dan R (10), ibu dan anak korban penyiraman air keras yang terjadi pada Kamis (1/5/2025) lalu, menunjukkan perkembangan yang berbeda. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum korban, Dasep Rahman, pada Sabtu (17/5/2025).

Dasep mengungkapkan bahwa kondisi R, sang anak, menunjukkan kemajuan signifikan. Luka-luka di badan korban mulai mengering, namun kondisi ibunya YA justru memprihatinkan.

“Ibunya ini di bagian muka, dada, dan paha itu yang saya lihat makin parah karena memang kondisinya beliau itu tidak stabil dengan pemikiran terus,” ujarnya.

Keputusan pihak rumah sakit untuk memulangkan kedua korban dua hari lalu disayangkan oleh kuasa hukum. Saat ini, YA dan R dirawat oleh paman mereka di Sudajaya. Meskipun pihak rumah sakit menawarkan layanan home care, Dasep menilai kondisi YA belum memungkinkan untuk perawatan di rumah.

Menurutnya, trauma mendalam dialami oleh R. Berbeda dengan sang anak, YA dinilai sudah mulai bisa menyesuaikan diri. Pihak kuasa hukum telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menindaklanjuti kondisi psikis R.
Teror dan ancaman masih menghantui korban.

“Sampai sekarang pun masih terjadi komunikasi teror yang dilakukan oleh orang tidak dikenal, kadang teror itu menyamar sebagai perempuan kadang menyamar sebagai laki-laki lewat aplikasi WA, Instagram, Twitter, ada menghubungi ke korban,” jelasnya.

Bentuk ancaman yang diterima korban berupa kata-kata yang membuatnya tidak tenang dan mengisyaratkan hal buruk akan terjadi. Polisi masih melakukan pengembangan terkait pelaku teror yang terkadang menyamar sebagai perempuan.

Mengenai motif penyiraman air keras, Dasep menduga adanya kecemburuan sosial atau permasalahan percintaan jarak jauh.

“Sementara yang kita analisa ini kecemburuan sosial karena si OTK ini atau ada beberapa permasalahan percintaan tapi sifatnya percintaan jarak jauh. Korban menyampaikan kepada kita bahwa selama ini belum pernah bertemu dengan si tersangka ini. Jadi untuk sementara dugaannya seperti itu,” pungkasnya.

Redaktur: Fira AFS | Refaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati
Hari Ketiga Pencarian Tobi Efendi, Tim Gabungan Perluas Penyisiran hingga 9 Nautical Mil

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB