Dispar Dukung Penuh Casting Film ‘Senja yang Hilang’ di Sukabumi

Sabtu, 10 Mei 2025 - 04:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kesempatan emas hadir bagi warga Kabupaten Sukabumi yang memiliki passion di dunia seni peran! Yayasan Rusaida, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar), menggelar proses casting untuk film layar lebar bertajuk Senja yang Hilang, sebuah film yang mengangkat isu kemanusiaan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kegiatan casting ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 10–11 Mei 2025, bertempat di Geopark Information Center (GIC), Jalan Raya Citepus, Pelabuhanratu, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa keterlibatan Dispar dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas dukungan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari misi strategis dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah.

”Ini adalah peluang luar biasa bagi masyarakat Sukabumi yang ingin terjun ke dunia perfilman. Selain menyalurkan bakat seni peran, film ini juga menjadi sarana edukatif untuk menyuarakan isu penting seperti TPPO” ujar Sendi.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata dalam mendorong munculnya aktor dan aktris lokal yang bisa mewakili Sukabumi di kancah nasional.

Adapun kriteria peserta casting adalah: Perempuan usia 14–50 tahun, Laki-laki usia 21–50 tahun, Memiliki penampilan menarik dan percaya diri di depan kamera

“Melalui film ini, selain menggali potensi seni peran, kita juga mengangkat nama Kabupaten Sukabumi di dunia perfilman nasional. Mari tunjukkan bahwa Sukabumi punya banyak talenta berbakat,” kata Sendi.

Dispar Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh warga yang memenuhi kriteria untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Film Senja yang Hilang bukan hanya soal hiburan, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perdagangan orang.

“Ini adalah bagian dari upaya kami menjadikan pariwisata dan budaya sebagai kekuatan yang bukan hanya menghasilkan ekonomi, tapi juga memperkuat karakter dan kesadaran sosial masyarakat,” tutup Sendi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru