JURNALSUKABUMI.COM – Keresahan warga Gang Amarta IV, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi akan munculnya teror api misterius kini terungkap setelah laporan kebakaran yang terjadi pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 04.45 WIB itu sempat membuat geger.
Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota dan Polsek Citamiang mengamankan seorang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berusia 9 tahun yang diduga kuat menjadi pelaku pembakaran belasan rumah itu.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Tatang Mulyana mengatakan, bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga pasca-kebakaran.
“Setelah kejadian kemarin pagi, Polsek Citamiang mengimbau warga untuk mengaktifkan kembali ronda malam. Alhamdulillah, pada Sabtu (03/05) sekitar pukul 05.30 WIB, warga berhasil mengamankan ABH tersebut yang diduga hendak melakukan pembakaran kembali di salah satu rumah warga,” ujar AKP Tatang.
ABH tersebut kemudian langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Citamiang. Dari hasil pemeriksaan sementara, ABH tersebut mengakui perbuatannya telah melakukan pembakaran barang dan rumah warga di Gang Amarta IV pada Jumat pagi.
“ABH tersebut juga mengakui bahwa dirinya berencana melakukan pembakaran lagi terhadap salah satu rumah warga, namun aksinya kepergok oleh warga yang sedang ronda,” lanjut AKP Tatang.
Lebih lanjut, dia menjelaskan motif pelaku melakukan pembakaran menggunakan korek api gas adalah karena iseng dan terobsesi oleh tontonan atau film yang dilihatnya di televisi. Saat ini, pihak kepolisian telah mengembalikan ABH tersebut kepada orang tuanya.
“Telah disepakati melalui musyawarah bahwa pihak orang tua dari ABH tersebut akan bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah warga yang sempat terbakar kemarin,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah setempat, baik lurah dan ketua RW, akan turut bertanggung jawab memberikan pemahaman kepada para korban kebakaran.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra dan putrinya, serta selalu mendampingi mereka saat menonton acara televisi. Kami berharap peristiwa yang terjadi kemarin tidak akan terulang kembali,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan














