Irigasi Jebol, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Cibadak Kekeringian 

Selasa, 8 April 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Lokasi irigasi di Bendungan Leuwi Banggga mengalami jebol beberapa pekan silam. Akibatnya, ratusan hektar sawah mengalami kekeringan di Kampung Kamandoran RW 10 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/4/2025).

Pantauan Jurnal Sukabumi sejumlah petani padi dan warga mengumpul di area lahan yang kering dan protes terhadap pemerintah yang dinilai lamban menanggapinya. Tak lama kemudian Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibadak pun turun menemuinya.

“Inti masalah saat ini bendungan irigasi jebol, dan ini sudah terjadi dua musim atau delapan bulan lalu, yang biasanya setahun panen tiga kali. Saya sebagai petani merasa kesulitan dan terdampak, yang seharusnya bulan Ramadan panen raya padi, dan ini tidak,” keluh petani padi Dedi kepada Jurnal Sukabumi, Selasa (8/4/2025).

Dedi mengklaim, tidak hanya lahan pertanian, sebagian rumah warga pun ikut terdampak. Padahal, sampai saat ini warga sudah mengajukan kepada Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) dan meminta solusi kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan, namun belum ditanggapi.

“Keluhan sudan kami sampaikan, tapi tidak ada tanggapan. Sehingga kami para petani terpaksa menghidupi kebutuhan sehari-hari rumah tangga beralih menjadi buruh bangunan dan nyambi mencari pasir,” ungkap Dedi.

Warga berharap pemerintah daerah atau pusat agar turun ke lokasi melihat lahan pertanian di Kamandoran saat ini terjadi. “Ketahanan pangan mejadi skala prioritas pemmerintah saat ini tapi kami di sini belum merasakan hal itu,” harapnya.

Sementara itu, Camat Cibadak Mulyadi mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya datang menemui masyarakat dan petani ini menyerap keluhan irigasi jebol hingga mengalami lahan pertanian yang kekeringan. Kemudian pihaknya akan melakukan koordinasi kepada dinas terkait.

“Upaya saya secepatnya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan melakukan langkah-langkah lainnya,” singkatnya.

Informasi dihimpun Jurnal Sukabumi, bencana kekeringan tersebut sudah terjadi dua musim atau 8 bulan terjadi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sudah melakukan upaya memperbaiki irigasi yang jebol namun hanya bertahan dua bulan.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:17 WIB

Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:10 WIB

Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:17 WIB

Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan

Berita Terbaru