Dua Desa di Cikembar Krisis Air, 170 Hektare Sawah Dilaporkan Kekeringan

Selasa, 8 April 2025 - 19:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Lahan pertanian di Desa Cimanggu dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi mengalami krisis air selama hampir empat bulan terakhir ini.

Peristiwa tersebut diakibatkan karena irigasi yang mengairi dua desa di Leuweung Gede tepatnya di Kampung Cisonggom, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar itu tergerus longsor pada Januari 2025.

Kepala Desa Cimanggu, Baenuri Samsi menjelaskan, sudah hampir empat bulan ini wilayahnya mengalami kekeringan. Sehingga tak sedikit warga khususnya para petani menjerit akibat dampak keluhan ini.

“Faktor utamanya longsor irigasi teknis di Leuweung Gede. Akibatnya, pasokan air ke areal pesawahan antara Desa Cimanggu dan Desa Sukamaju sekitar 170 hektare terhambat,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (08/04/2025).

Dari pengecekan dan pendataan di lapangan, kata Baenuri Samsi, dampak kekeringan tersebut kurang lebih terjadi di Desa Cimanggu seluas 60 hektare. Sementara di Desa Sukamaju terdapat 110 hektare lahan pesawahan yang kesulitan air.

“Dari dampak ini kami meminta PSDA wilayah 2 Kabupaten Sukabumi untuk segera turun dan meninjau langsung agar segera ada solusi menangani keluhan kami,” harapnya.

Sambungnya, “Harapan kami selaku masyarakat pemilik sawah ingin kembali menormalisasi lahan pesawan ini, karena sesuai dengan program pemerintah untuk menggalakan ketahanan pangan harus direalisasikan,” tandansya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Berita Terbaru