JURNALSUKABUMI.COM – Suasana sahur terakhir Ramadan 1446 Hijriah berlangsung meriah di berbagai wilayah Sukabumi. Warga turun ke jalan untuk mengikuti tradisi membangunkan sahur dengan berkeliling membawa alat musik tradisional seperti kentongan, ember, dan bedug kecil.
Sejak dini hari, gema suara sahur terdengar dari berbagai sudut kota hingga perkampungan. Para pemuda dan anak-anak antusias mengikuti tradisi ini, berjalan menyusuri gang-gang sambil meneriakkan ajakan sahur.
Tak hanya itu, beberapa komunitas juga menggelar sahur bersama di masjid dan musala, menambah semarak suasana menjelang akhir bulan suci.
“Sahur terakhir Ramadan selalu punya kesan tersendiri. Ini momen kebersamaan yang sayang untuk dilewatkan,” ujar Ridwan (28), seorang warga Cicurug.
Di beberapa titik, warga juga menyajikan makanan sahur gratis bagi musafir dan masyarakat sekitar. Semangat berbagi yang tinggi menjadikan sahur terakhir ini tidak hanya meriah tetapi juga penuh makna.
Kemeriahan sahur ini menandai akhir Ramadan yang akan segera diakhiri dengan takbiran menyambut Idulfitri 1446 H. Warga Sukabumi berharap tradisi ini terus terjaga sebagai bagian dari kekayaan budaya dan kebersamaan umat Muslim.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












