JURNALSUKABUMI.COM – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi resmi membentuk Badan Ketahanan Pangan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Rakor bertemakan “Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia” yang diadakan pada Sabtu (25/01/2025) di Aula Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi kemarin menjadi momen penting bagi peluncuran program strategis ini. Koko Muhammad didapuk sebagai Ketua Badan Ketahanan Pangan MD KAHMI Sukabumi.
“Melalui Badan Ketahanan Pangan ini, kami ingin berkontribusi mensukseskan target swasembada pangan, khususnya di Sukabumi,” ujar Kang Koko sapaan karibnya, Minggu (26/1/2025).
Sebagai langkah awal, Kang Koko menargetkan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) terkait pembangunan ketahanan pangan Sukabumi. FGD tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, perwakilan desa, dan stakeholder lainnya.
“FGD ini ingin mencari jawaban: apakah rencana pembangunan daerah dan desa saat ini sudah mengarah pada ketahanan pangan? Jika belum, apa yang harus dilakukan bersama?,” tambahnya.
Langkah strategis ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Koordinator MD KAHMI Sukabumi, Redy Sentosa, menegaskan bahwa organisasinya akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjadikan Sukabumi sebagai lumbung pangan nasional.
“Kami akan bersinergi dengan Bupati terpilih untuk mensukseskan program ini sebagai bagian dari pembangunan strategis di Sukabumi,” kata Redy.
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Iman Adinugraha, mengapresiasi langkah KAHMI Sukabumi ini. Menurutnya, tema yang diusung sesuai dengan Nawacita Presiden Prabowo Subianto, yang bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor pangan.
“Tema ini sangat relevan dengan visi Presiden. Potensi Sukabumi harus dikembangkan agar kita tidak hanya berhenti menjadi pengimpor, tetapi menjadi pengekspor pangan,” ujar Iman.
Ia juga menyoroti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui berbagai kebijakan, seperti pembukaan lahan baru, diversifikasi pangan, efisiensi distribusi, dan modernisasi irigasi.
Selain itu, Iman memuji kegiatan ilmiah yang diadakan KAHMI, terutama dengan kehadiran Prof. Dr. U. Maman Kh.M.Si, Guru Besar Ahli Ketahanan Pangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai pembicara.
“Kehadiran Prof. Maman menunjukkan bahwa KAHMI serius dalam membangun fondasi ilmiah untuk program ini. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi ketahanan pangan Sukabumi,” tandas Iman.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












