Didatangi Menteri Imipas, Lapas Warungkiara Jadi Contoh Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 24 Desember 2024 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto, terus mendorong inovasi di lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Dalam kunjungannya ke Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Agus memimpin panen raya sekaligus meluncurkan koperasi induk pemasyarakatan,

“Hari ini kita melaksanakan panen raya, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Bapak Presiden untuk berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Agus, Selasa (24/12/2024).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tak hanya fokus pada pemberdayaan di dalam Lapas, tetapi juga menciptakan hubungan baik antara warga binaan dan masyarakat sekitar melalui program bakti sosial.

“Kami juga menggelar bakti sosial kepada warga binaan, tahanan yang membutuhkan, serta masyarakat sekitar. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara petugas Lapas dan warga sekitar, diharapkan tercipta sinergi yang saling mendukung,” katanya.

Selain itu, Agus turut meresmikan pembentukan koperasi induk pemasyarakatan. Koperasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai pemasyarakatan serta mendukung berbagai program sosial di Lapas.

“Adanya koperasi induk ini diharapkan bisa menjadi wadah yang menyejahterakan pegawai. Keuntungan yang dihasilkan nantinya bisa digunakan untuk bakti sosial, mendukung warga binaan, dan membantu masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Irfan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan program ketahanan pangan berbasis peternakan dan pertanian.

“Untuk peternakan, kami sudah memulai dengan sapi, ayam petelur, dan bebek petelur. Sementara di bidang pertanian, kami mengelola kebun singkong, cabai, terong, budidaya jamur, dan polikultur lainnya. Ke depan, program ini akan terus kami kembangkan,” kata Irfan.

Hasil panen dan produk peternakan sebagian dijual ke masyarakat sekitar, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan warga binaan dan kegiatan sosial.

“Ini menjadi bentuk sinergitas antara Lapas dan masyarakat. Hasil panen juga menjadi bahan bakti sosial untuk keluarga warga binaan,” tambahnya.

Reporter: Ifan/Ilham | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:29 WIB

Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa

Berita Terbaru

PERISTIWA

Tak Kuat Menanjak, Truk Kayu Terguling di Cibangban Sukabumi

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:37 WIB