JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca buruk, puluhan perahu nelayan di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, rusak akibat diterjang gelombang tinggi pada Selasa (03/12/2024).
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK kepada jurnalsukabumi.com mengatakan, sedikitnya terdapat 25 perahu nelayan rusak berat, 35 perahu rusak sedang dan 2 perahu hilang akibat gelombang tinggi yang mencapai 3 meter.
“Gelombang tinggi terjadi sejak Senin malam, perahu nelayan pun banyak yang lepas dari tali pengikatnya akibat gelombang tinggi dan saling menghantam hingga menyebabkan kerusakan,” ungkap Asep.
Selain merusak perahu yang bersandar, gelombang tinggi pun menghantam nelayan yang tetap nekat melaut meski dalam kondisi cuaca buruk. Asep menuturkan, ketinggian gelombang bisa mencapai 4 meter dan membuat nelayan kesulitan untuk mengendalikan perahu kecil.
Bahkan, satu orang tekong dan satu orang anak buah kapal KM Mutiara Laut terpaksa meninggalkan perahu dan mesinnya teromabng ambing karena kondisi laut bergolak. Satu unit perahu KM Kurawa yang berisi satu orang nelayan pun dikabarkan hilang kontak dan belum diketahui nasibnya.
“Ya itu, KM Mutiara Laut tekong dan anak buahnya berenang ke tepi pantai dan meninggalkan perahunya karena mengalami mati mesin sementara satu orang di KM Kurawa masih hilang kontak,” jelas Asep.
Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di beberapa perairan di Indonesia termasuk salah satunya di perairan Sukabumi dengan ketinggian gelombang mencapai 4.00 meter.
Redkatur: A. Fikri












