Dampak Lain Proyek Tol Bocimi, Warga Cisarua Nagrak Krisis Air Bersih

Senin, 21 Oktober 2024 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Kampung Cangkore RT. 04/ 04 Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi mengalami krisis air bersih selama kurun waktu dua bulan terakhir ini.

Kondisi ini dirasakan sejalan dengan pelaksanaan pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi III Cibadak-Sukabumi. Karena, sebelumnya air bersih cukup melimpah.

“Kami kesulitan air bersih baru dirasakan sejak dua bulan lalu. Sekarang saluran air yang biasa dimanfaatkan terkena dampak pembangunan Tol Bocimi,” kata Yeni Nurhayati (48) kepada jurnalsukabumi.com, Senin (21/10/2024).

Diyakini Yeni, saluran air yang biasa digunakan tertutup oleh pembangunan. Seperti untuk aliran sawah dan kebun. Karena, sebelumnya memang tidak pernah kesulitan air bersih.

Saat ini, masih kata Yeni, bersama warga terkadang untuk mendapatkan air bersih dengan membeli secara patungan sebesar Rp. 50.000. Namun, saat tidak memiliki uang dirinya terpaksa harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer ke mata air.

“Untuk kebutuhan air bersih saat ini kami patungan bersama warga untuk membeli air bersih dengan memasang selang. Namun, kan yang namnya uang terbatas,” keluhnya.

Beda dengan hari ini, keberuntungan datang bagi warga di sana setelah mendapatkan air bersih dari Pemerintah Desa Cisarua dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah hari ini dapat dua tengki untuk warga RW 04 dari Pemdes Cisarua dan BPBD Kabupaten Sukabumi. Harapan ke depan kepada pemerintah daerah atau pusat harus sigap bagai mana caranya warga tidak kesulitan air bersih,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RW. 04, Yanto Supriyanto mengatakan pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengajukan sumur bor untuk warganya yang mengalami kesulitan air bersih. Entah mengajukan ke pihak Tol atau ke Pemdes Cisarua.

“Upaya saya saat ini akan koordinasi dengan pihak Tol dan Pemdes Cisarua untuk mengatasi krisis air bersih pada warga RW 04,” tuturnya.

Terpisah, upaya konfirmasi ke pihak Tol Bocimi sudah dilakukan, namun belum ada jawaban resmi yang didapat.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru