Kekeringan Meluas, BPBD Siaga dan Siapkan Langkah Antisipasi Jangka Panjang

Rabu, 28 Agustus 2024 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kekeringan mulai melanda Kabupaten Sukabumi sejak Agustus 2024. Bupati Sukabumi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) siaga bencana sebagai langkah awal menghadapi situasi yang kian mengkhawatirkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menanggapi serius kondisi ini dengan terus memantau perkembangan di lapangan.

“Kami terus memonitor wilayah-wilayah yang terindikasi kekeringan. Hampir setiap tahun, daerah yang terdampak selalu sama. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinsos, BPBD, PU, PDAM, dan perusahaan-perusahaan yang bersedia membantu suplai air ke masyarakat,” ujar Deden, Rabu (28/8/2024).

Hingga saat ini, tiga kecamatan telah melaporkan dampak kekeringan, namun BPBD tetap siaga terhadap kemungkinan meluasnya dampak tersebut. Meski beberapa wilayah, seperti Kecamatan Cisaat, sempat mengalami hujan.

“Bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami berharap kondisi ini tidak berlanjut menjadi kekeringan yang lebih ekstrem,” tambahnya.

Namun, Deden mengingatkan bahwa suplai air bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan. “Suplai air hanya membantu meringankan beban warga, tetapi tidak bisa dilakukan setiap hari karena keterbatasan armada dan luasnya jangkauan wilayah,” jelasnya.

Untuk itu, BPBD telah merumuskan langkah antisipasi jangka panjang. Salah satunya adalah mendorong setiap kepala wilayah kecamatan untuk mencari sumber mata air yang lebih dekat dengan permukiman warga, guna memudahkan distribusi air.

Selain itu, melalui Musrenbang, BPBD akan mengusulkan pembangunan sumur bor atau pipanisasi di wilayah-wilayah yang rentan kekeringan untuk dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Kekeringan ini tidak hanya terjadi tahun ini, kemungkinan besar akan terulang di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, kami fokus pada penyediaan sarana air bersih. Untuk irigasi pertanian, itu menjadi ranah Dinas Pertanian,” kata Deden.

BPBD memperkirakan kekeringan ini bisa berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Namun, Deden berharap curah hujan yang cukup dapat membantu mengurangi dampak kekeringan, terutama dalam mencegah kebakaran alang-alang yang sering terjadi selama musim kemarau.

“Saat ini kita masih dalam tahap siaga, belum masuk ke kekeringan ekstrem. Kami terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan kesiapan agar situasi ini tidak berkembang menjadi darurat kekeringan,” tandas Deden.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Tak Kuat Menanjak, Truk Kayu Terguling di Cibangban Sukabumi
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Suami Bongkar Dugaan Perselingkuhan di Kalibunder, Oknum Guru Dilaporkan ke Polisi
Gempa M4,1 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Tak Kuat Menanjak, Truk Kayu Terguling di Cibangban Sukabumi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Berita Terbaru