Warga Palabuhanratu Obrak Abrik 41 Makam Palsu di Citepus Sukabumi

Kamis, 22 Agustus 2024 - 17:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, geger setelah menemukan puluhan makam palsu yang dianggap meresahkan. Sebanyak 41 tumpukan batu yang menyerupai makam ditemukan di lokasi yang diduga sengaja dijadikan tempat pemakaman palsu.

Keberadaan makam-makam palsu ini terletak di wilayah Katapang Condong tepatnya Kampung Baru, Desa Citepus, Kecamatan, Palabuhanratu. Selain tumpukan batu menyerupai makam, warga juga menemukan satu makam yang di keramatkan, ditandai dengan kain putih dan atap asbes yang melindunginya.

Firman Nirwana Boestomi, salah satu warga Palabuhanratu, menjelaskan bahwa penemuan makam-makam palsu ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

“Kurang lebih ada 41 makam yang disusun dari batu, yang ditemukan oleh warga setempat. Kami mendatangi tempat itu untuk memastikan tidak ada praktek yang menyimpang,” ungkap Firman, Kamis (22/8/2024).

Kedatangan warga ke lokasi tersebut dilakukan setelah beredar kabar mengenai keberadaan makam-makam palsu itu. Namun, saat warga tiba, orang yang diduga membuat makam-makam tersebut tidak ditemukan di tempat.

Warga menduga, makam-makam ini sengaja dibuat untuk menarik perhatian dan menipu masyarakat dengan mengklaim sebagai makam keramat. Firman juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan istilah makam keramat yang tidak memiliki dasar kuat dalam ajaran agama Islam.

“Kami mengingatkan warga agar tidak tertipu oleh keberadaan makam-makam yang dianggap keramat. Jangan asal percaya pada hal-hal seperti itu karena bisa menjerumuskan pada kemusyrikan,” tegasnya.

Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan lebih lanjut untuk mengusut siapa yang bertanggung jawab atas pembuatan makam-makam palsu tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Kami berharap pemerintah dan aparat setempat dapat segera menangani masalah ini agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di masyarakat,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan KebisinganĀ 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan KebisinganĀ 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Berita Terbaru

Religi

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bawa Pulang Penghargaan Nasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:22 WIB