JURNALSUKABUMI.COM – Ketegangan terjadi di depan Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi pada Senin (5/8/2024) setelah pelantikan anggota dewan baru. Ratusan massa yang berkumpul di lokasi terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian.
Pantauan di lapangan, demonstran terlibat bentrokan fisik dengan polisi, dan ketegangan meningkat ketika massa mulai melempari petugas dengan batu. Kelompok-kelompok provokator tampak semakin banyak bermunculan, memperkeruh situasi.
Aparat kepolisian yang dilengkapi dengan peralatan lengkap berusaha menahan massa dengan membentuk barisan di depan gedung DPRD. Namun, meskipun upaya pembubaran menggunakan water cannon telah dilakukan, kericuhan justru semakin menjadi-jadi. Massa yang semakin beringas juga membakar ban di jalanan, menambah kekacauan di lokasi.
Namun, di balik kericuhan ini, ternyata ada skenario yang telah direncanakan dengan cermat. Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, menjelaskan bahwa seluruh kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar untuk mempersiapkan pengamanan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati yang akan datang.
“Simulasi ini dirancang untuk melatih kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi selama Pilkada,” kata AKBP Tony Prasetyo, Selasa (6/8/2024).
Kapolres Sukabumi mengungkapkan bahwa simulasi ini penting dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi situasi yang tidak terduga selama pelaksanaan pemilu.
“Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mempersiapkan personel kepolisian dalam menghadapi potensi kericuhan dan menjaga situasi tetap kondusif selama pemilihan yang akan datang,” jelasnya.
Sispamkota, sebagai latihan pengamanan, bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh personel memahami tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pengamanan dan dapat merespons situasi darurat dengan tepat. Hal ini sangat penting, mengingat Pilkada merupakan momen krusial yang sering kali disertai dengan berbagai dinamika yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meski terlihat ricuh, simulasi ini berjalan dengan aman dan lancar. Seluruh peserta, termasuk aparat kepolisian dan pihak terkait, mengikuti skenario yang telah dirancang dengan baik, memastikan bahwa mereka siap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi saat Pilkada berlangsung.
“Kami optimis bahwa dengan latihan ini, personel kepolisian akan lebih siap dan terlatih untuk melaksanakan pengamanan dengan baik dan sesuai prosedur pada saat pemilihan yang sebenarnya berlangsung,” ujar AKBP Tony Prasetyo.
Dengan berakhirnya simulasi ini, Polres Sukabumi berharap bahwa situasi di wilayah mereka akan tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Sukabumi dapat menjalani pemilu dengan aman dan damai, tanpa adanya gangguan yang berarti,” tutup Kapolres.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












