Exit Tol Bocimi Parungkuda Padat Merayap, Kendaraan Mengular 7 Km

Sabtu, 17 Februari 2024 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kemacetan terjadi di pintu keluar Tol Bocimi di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Kendaraan terlihat memenuhi exit toll dari arah Bogor/Jakarta menuju Sukabumi sejak pukul 11.30 WIB, Sabtu (17/02/2024).

Pantauan jurnalsukabumi.com, hingga pukul 16.44 WIB, kendaraan masih padat merayap bahkan diperkirakan mengular hingga 7 km. Pemandangan tersebut kerap terjadi khususnya saat memasuki hari libur.

Kondisi ini pun membuat para pengendara mengeluh, Doni Ramdani (34) mislanya, pengguna jalan dari arah Jakarta-Sukabumi ini mengaku kesal lantaran dirinya sudah hampir 3 jam lebih terperangkap di sana.

“Saya dari jam 11.10 WIB di sini, bisa keluar sekitar jam 13.05 WIB. Ini macet kayak gak ada obat saja. Tiap minggu pulang ke Sukabumi pasti seperti ini. Padahal pemerintah pusat membangun tol ini kan sebagian dari solusi kemacetan, berarti tinggal langkah nyata pemerintah daerahnya,” kesalnya.

Sederhananya, kata dia, efektifitas akses tol yang harus contraflow alias sistem pengaturan lalu lintas yang dapat mengubah arah normal arus kendaraan di jalan raya kembali ditingkatkan.

“Penerapan contraflow segera perbaiki. Sehingga, saya yakin ini dapat mengatasi kemacetan lebih serius. Ya, minimal tidak sampe kendaraan mengular panjang hingga 7 Km seperti sekarang,” tegasnya.

Doni yang juga sebagai jurnalis dari Suara.com ini mengaku, kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu direalisasikan. Sebab, persoalan kemacetan tak hanya bisa diselesaikan pemerintah pusat saja.

“Saya rasa pemerintah daerah perlu segera berbenah mengenai kemacetan ini. Nyatanya, meski jalan tol sudah dibuka, akan tetapi kemacetan di pintu keluar tol masih tetap dirasakan,” tandansya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru