JURNALSUKABUMI.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kini tengah melakukan investigasi di lokasi bencana tanah longsor, untuk mengetahui secara pasti penyebab bencana alam tersebut.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra. Ia menurutnya, PVMBG ini sengaja telah melakukan investigasi selama dua hari di lokasi longsor Cibadak itu, selain untuk mengetahui penyebab bencana, juga sebagai salah satu bentuk upaya terkait rencana penanganan pasca bencananya.
“Penyelidikan atau investigasi ini, rencananya akan dilakukan selama dua hari dan itu dimulai dari kemarin yah,” kata Wawan di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, pada Selasa (30/01/2024).
Tim PVMBG telah melakukan pemetaan dan mengambil visual di lokasi bencana tanah longsor tersebut dan diharapkan beberapa hari kedepan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dapat mengetahui hasil dari penyelidikan PVMBG tersebut.
“Hasilnya kan jadi rekomendasi kita untuk melakukan tindakan. Kalau yang tertimbun dan terancam zona merah, saya kira 19 rumah itu sudah jelas tidak memungkinkan lagi. Karena berbahaya. Itu alur longsoran kalau rumah yang masih berdiri itu,” jelasnya.
Ditanya soal aktivitas proyek cut and fill atau perataan tanah milik salah satu perusahaan perumahan yang ada di wilayah tersebut, diduga hingga menyebabkan bencana tanah longsor. Wawan belum bisa menjawab. Lantaran, hal tersebut merupakan kewenangan dari PVMBG.
“Kita lihatnya memang asal longsoran situ, seputar situ apakah cut and fill atau tidak dan untuk menyatakan keterangan itu kewenangannya bukan di kita, tapi dari PVMBG,” ungkapnya.
Sebab itu, dalam penyelidikan tersebut, tim PVMBG telah melakukan pemetaan zona rawan. Sementara, untuk mengetahui penyebab terjadinya tanah longsor, apakah disinyalir dari tanah urugan atau ada sumbatan saluran drainase.
“Taksirannya juga belum tahu lah, hanya barangkali langkah-langkah kita, memfasilitasi mereka, pengalaman dari kejadian bencana yang dimana-mana terkatung-katung. Ini mudah-mudahan bisa ditangani,” terang dia.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












