Update Penangan Longsor di Cibadak, PVMBG Selidiki Penyebab Longsor

Selasa, 30 Januari 2024 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kini tengah melakukan investigasi di lokasi bencana tanah longsor, untuk mengetahui secara pasti penyebab bencana alam tersebut.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra. Ia menurutnya, PVMBG ini sengaja telah melakukan investigasi selama dua hari di lokasi longsor Cibadak itu, selain untuk mengetahui penyebab bencana, juga sebagai salah satu bentuk upaya terkait rencana penanganan pasca bencananya.

“Penyelidikan atau investigasi ini, rencananya akan dilakukan selama dua hari dan itu dimulai dari kemarin yah,” kata Wawan di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, pada Selasa (30/01/2024).

Tim PVMBG telah melakukan pemetaan dan mengambil visual di lokasi bencana tanah longsor tersebut dan diharapkan beberapa hari kedepan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dapat mengetahui hasil dari penyelidikan PVMBG tersebut.

“Hasilnya kan jadi rekomendasi kita untuk melakukan tindakan. Kalau yang tertimbun dan terancam zona merah, saya kira 19 rumah itu sudah jelas tidak memungkinkan lagi. Karena berbahaya. Itu alur longsoran kalau rumah yang masih berdiri itu,” jelasnya.

Ditanya soal aktivitas proyek cut and fill atau perataan tanah milik salah satu perusahaan perumahan yang ada di wilayah tersebut, diduga hingga menyebabkan bencana tanah longsor. Wawan belum bisa menjawab. Lantaran, hal tersebut merupakan kewenangan dari PVMBG.

“Kita lihatnya memang asal longsoran situ, seputar situ apakah cut and fill atau tidak dan untuk menyatakan keterangan itu kewenangannya bukan di kita, tapi dari PVMBG,” ungkapnya.

Sebab itu, dalam penyelidikan tersebut, tim PVMBG telah melakukan pemetaan zona rawan. Sementara, untuk mengetahui penyebab terjadinya tanah longsor, apakah disinyalir dari tanah urugan atau ada sumbatan saluran drainase.

“Taksirannya juga belum tahu lah, hanya barangkali langkah-langkah kita, memfasilitasi mereka, pengalaman dari kejadian bencana yang dimana-mana terkatung-katung. Ini mudah-mudahan bisa ditangani,” terang dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Rumah Bilik Bambu Milik Kakek 72 Tahun di Bojongpari Hangus Terbakar ‎
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang
Nyaris Maut! Kendaraan Bak Angkut Orang Tertimpa Pohon di Cikakak
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
420 Jiwa Mengungsi Usai Kebakaran Ciptamulya, 70 Rumah Warga Ludes Terbakar
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:54 WIB

Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:28 WIB

Nyaris Maut! Kendaraan Bak Angkut Orang Tertimpa Pohon di Cikakak

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:25 WIB

420 Jiwa Mengungsi Usai Kebakaran Ciptamulya, 70 Rumah Warga Ludes Terbakar

Berita Terbaru