JURNALSUKABUMI.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat telah sukses menyelenggarakan acara sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023.
Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi dan dihadiri oleh sejumlah kyai terkemuka dan ribuan santri yang meriahkan suasana dengan semangat yang tinggi.
Kordiv. Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jawa Barat, Hj. Nuryamah dalam sambutannya mengatakan, menyoroti peran kunci yang bisa dimainkan oleh santri dalam pencegahan berbagai potensi pelanggaran yang mungkin terjadi selama Pemilu 2024.
“Karakter Santri yang Jujur, Rendah Hati, dan Amanah, Entitas Komunitas yang Solid, serta Kesetiaan terhadap Aturan membuat mereka menjadi pengawas yang andal dalam pengawasan partisipatif,” ujarnya di sela kegiatan, Minggu (22/10/2023).
Nuryamah menjelaskan beberapa alasan yang mendukung peran santri dalam pengawasan partisipatif pemilu yakni, karakter santri yang jujur, rendah hati, dan amanah.
“Sebagai hasil dari pendidikan yang mereka terima di pondok pesantren, santri memiliki karakter yang mencakup nilai-nilai kejujuran, rendah hati, dan amanah. Hal ini membuat mereka menjadi calon pengawas yang andal,” terangnya.
Lanjut Hj. Nuryamah, kemudian entitas komunitas. Di mana santri tidak hanya merupakan individu, melainkan juga bagian dari komunitas yang solid. “Kekuatan dalam persatuan mereka bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan mengatasi potensi pelanggaran dalam proses pemilu,” sambungnya.
Terakhir, yakni setia terhadap aturan. Santri yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan dan kepemiluan memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi terhadap aturan-aturan, termasuk dalam upaya mencegah potensi kecurangan selama pemilu.
Masih kata dia, acara sosialisasi ini merupakan upaya awal dalam mempersiapkan masyarakat, khususnya santri, untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu 2024. Diharapkan partisipasi aktif santri akan membantu menjaga integritas pemilu, menciptakan proses pemilu yang bersih dan adil, serta menghasilkan pemimpin yang mewakili keinginan rakyat.
“Seiring mendekatnya Pemilu 2024, berbagai inisiatif seperti ini akan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan demokrasi dan meyakinkan bahwa demokrasi Indonesia tetap kuat dan berkembang,” tandansya.
Redaktur: Ujang Herlan











