JURNALSUKABUMI.COM – Kabid Pengawasan, Pelayanan Izin dan Penilaian Koperasi di Dimas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Nia Eliana, mengatakan, kegiatan perkoperasian di Kabupaten Sukabumi, harus terus dibina. Kalau perlu dilakukan secara ekstra dan berkelanjutan.
“Sejak 1947 silam, koperasi itu dari waktu ke waktu harus terus dibina secara ekstra, baik kelembagaan, administrasi maupun usahanya,” kata Nia, kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (5/7/23).
Pada tataran masyarakat kelas bawah kata dia, pada prinsipnya keberadaan koperasi itu dapat memberikan manfaat guna memenuhi kepentingan anggota.
“Kalau di kita ada “Waserda”. Jadi seberapa besar peran koperasi itu untuk memenuhi kebutuhan anggota,” ujarnya.
Tantangan di masyarakat khususnya di kalangan bawah lanjut dia, lebih besar. Sebagaimana diketahui dalam koperasi itu ada yang dinamakan simpanan pokok dan simpanan wajib.
Tidak seperti di masyarakat, pada umumnya, koperasi karyawan atau pegawai mekanismenya lebih simpel dan tidak berbelit-belit. Karena bisa dipotong lewat gaji dan sebagainya.
Pada bagian lain dia menjelaskan, andaikan koperasi dikelola dengan baik didasari komitmen yang tinggi, maka akan menjadi soko guru perekonomian bangsa.
“Saya optimis, jika koperasi itu dijalankan dengan penuh amanah, maka akan mendatangkan keberkahan dan mampu mensejahterakan anggota serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada warga yang tergabung dalam koperasi tersebut, pihaknya akan menggelar kegiatan bimbingan teknis pada Selasa dan Rabu (24-25/7/23).
“Materi sesuai tupoksi yaitu pengawasan, perizinan dan Penilaian. Peserta terdiri dari koperasi-koperasi yang ada. Tujuannya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan koperasi. Setelah Bimtek lantas kita juga akan mengadakan kita monitoring dan evaluasi (Monev) hasil dari Bimtek sendiri,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana











