JURNALSUKABUMI.COM – Sukabumi memiliki beragam objek wisata alam yang bisa jadi pilihan saat libur akhir pekan, salah satunya wisata Karang Para yang berlokasi di Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Dengan jarak tempuh 13 Kilometer dari pusat Kota Sukabumi, wisata alam ini menyuguhkan pemandangan bebatuan karst yang ada secara alami. Selain itu, anda juga akan dimanjakan dengan hamparan bukit dari ketinggian.
Untuk memasuki wisata ini, anda tidak perlu merogoh kocek dalam. Cukup dengan tiket yang dibandrol dengan harga Rp5 ribu saja, wisata Karang Para bisa jadi pilihan untuk anda rehat sejenak dari rutinitas.
Wakil Pengelola wisata Karang Para, Tahlan S Abdul Toyib mengatakan, objek wisata ini memiliki luas lahan 12 hektar. Spot swafoto, arena bermain untuk anak-anak seperti ayunan, sepeda gantung, serta gajebo menjadi fasilitas menarik lainnya.
“Perjalanan alhamdulillah, waktu 2017 kami dari nol dapat sumbangan dari siapapun sampai tahun baru, kami jam 8 malam masih bikin jembatan cinta,” kata Tahlan, saat ditemui di lokasi wisata, Sabtu (3/6/2023).
Tahlan menuturkan, objek wisata yang sudah berdiri selama 6 tahun ini sempat mengalami penurunan pengunjung, terlebih saat ditutup total akibat pandemi Covid19 selama dua tahun.
“Sampai sekarang ada gazebo rusak, belum bisa diperbaiki. Karena pengunjung juga paling sekitar 1000 orang per bulan, ya cukup berat untuk bisa menutupi operasional,” tutur dia.
Kendati demikian, pihaknya bertekad bisa bangkit untuk memperbaiki fasilitas yang sempat rusak karena tidak beroperasional saat pandemi terjadi.
Akibatnya, beberapa fasilitas alami kerusakan. Pihaknya memastikan, Karang Para ini akan dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas lainnya untuk meningkatkan minat pengunjung, dalam waktu dekat.
“Ada penambahan, spot untuk prewedding, flying fox juga yang sempat gak ada karena kemarin kena musibah kebakaran,” ungkapnya.
Dia juga berharap, dengan perbaikan fasilitas ini bisa meningkatkan daya ekonomi warga sekitar. Kedepannya, akan dibuat denah penunjuk area dan lokasi cek tiket yang dapat ditukar dengan makanan atau minuman secara cuma-cuma.
“Kenaikan tiket itu bukan untuk Karang Para, akan tetapi kami ingin meningkatkan warga yang mau berdagang, ya kami tarik. Tapi kami mayoritaskan makanan tradisional,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












