Tradisi Labuh Saji Ikon Syukuran Hari Nelayan Palabuhanratu

Minggu, 21 Mei 2023 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Prosesi Labuh Saji menjadi daya tarik bagi wisatawan. Seperti halnya pada syukuran Hari Nelayan Palabuhanratu ke-63 yang telah masuk di Kharisma Event Nasional (KEN) 2023.

Pantauan dilapangan, ribuan masyarakat berdesakan menaiki ratusan perahu nelayan tradisional untuk mengikuti prosesi labuh saji di tengah laut Palabuhanratu.

Labuh saji sendiri merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan.

Labuh saji sudah ada sejak abad ke-15, namun tradisi sebelumnya melarung kepala kerbau kini telah diganti dengan penaburan benih ikan, bibit udang, dan anak penyu ke tengah teluk Palabuhanratu.

Sebelum prosesi labuh saji berlangsung, ada sosok putri nelayan yang di arak menggunakan kereta kuda. Setelah itu, Sang putri pun menaiki kapal utama bersama dayang-dayang atau gadis-gadis pelayan.

Keberangkatan kapal utama langsung dibuntuti perahu yang ditumpangi warga saat berangkat ke tengah laut teluk Palabuhanratu. Pasca hal itu prosesi sakral yang ada sejak abad 15 berlangsung.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi, H. Dede Ola, mengatakan, dalam labuh saji menaburkan indukan lobster sebagai upaya melestarikan baby lobster alias benur. Selain bentuk ritual laut, hal ini menjadi fungsi untuk menjaga keseimbangan alam lingkungan laut.

“Tentunya hari nelayan hari ini seperti biasa setiap tahun dilaksanakan, dari mulai labuh saji, testoki dan termasuk kegiatan lainnya. Ini merupakan manipestasi rasa syukur nelayan kepada allah SWT yang telah melimpahkan rezeki untuk sektor perikanan laut,” kata Dede Ola, Minggu (21/5/2023).

Dibalik syukuran Ia menjelaskan, Hari Nelayan Palabuhanratu kini sudah masuk masuk dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

“Begitu banyak event, akhirnya hari nelayan Palabuhanratu masuk ke event nasional. mudah – mudahan dapat terus meningkatkan event ini agar terus bisa masuk ke KEN,” ucapnya.

Reporter : Ilham Nugraha | Redaktur : Usep Mulyana

Berita Terkait

407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi
Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta
Angin Kencang Sapu Kota Sukabumi Dilaporkan Pepohonan Tumbang hingga Atap Ambruk
Sambil Ngabuburit, Kawasan Odeon Chinatown Sukabumi Jadi Buruan Kuliner Ramadan
Farhat Abbas Turun Gunung, Jadi Kuasa Hukum Anwar Ayah Nizam
Zona Merah di Palabuhanratu Kembali Bergerak, Satu Rumah Ambruk dan Puluhan KK Terdampak
Rentang Empat Jam Mengungkap Tragedi Almarhum Nizam, Polisi Petakan Fakta Baru
Jeritan Santriwati Terungkap, Dai Kondang Resmi Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:15 WIB

407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:03 WIB

Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:05 WIB

Angin Kencang Sapu Kota Sukabumi Dilaporkan Pepohonan Tumbang hingga Atap Ambruk

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:08 WIB

Sambil Ngabuburit, Kawasan Odeon Chinatown Sukabumi Jadi Buruan Kuliner Ramadan

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:06 WIB

Farhat Abbas Turun Gunung, Jadi Kuasa Hukum Anwar Ayah Nizam

Berita Terbaru