JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, melalui data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) mencatat pasca Pasca Pandemi Covid-19 terjadi kenaikan sebesar 5,35 persen pada tahun 2022.
Dari sebelumnya, 2021 sebesar 3,37 persen. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto mengatakan, LPE Kota Sukabumi pada 2021 sudah di atas target nasional, namun masih di bawah target Provinsi Jawa Barat.
Yanto menyebutkan, LPE Kota Sukabumi kemudian meningkat pesat pada 2022 dan menembus 5,35 persen. Kenaikan tersebut lantaran pemerintah gencar melakukan upaya pemulihan ekonomi, sebab pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 dengan terbitnya aturan PPKM.
“Alhamdulilah LPE kita tumbuh positif, dan diatas target Nasional. Nah kalau target nasional itu 3,71 persen, namun kita juga masih dibawah Provinsi Jawa Barat, karena Jabar di angka 3,76 persen. Apalagi, untuk di tahun 2022 semakin bertumbuh positif, mencapai angka 5,35 persen,” ujar Yanto dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (12/5/2023).
Menurut dia, hal itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada 2020 saat terbit kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, menjadi anjlok atau minus di angka -1,48 persen.
“Kemudian, hal ini bukti bahwa Pemerintah mampu mengatasi, dan memulihkan perekonomian menjadi baik. Tentunya berkat keterlibatan semua pihak, dengan semangat kolaborasi,” tutur dia.
Lebih lanjut, adapun beberapa pasar di Kota Sukabumi yang menjadi pusat perdagangan masih belum beroperasi maksimal. Kendati demikian, pada 2023, pihaknya meyakini pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih meningkat.
Dia juga mengungkapkan angka hasil proyeksi tim Kerangka Ekonomi Makro Daerah (Kemde) se-Jawa Barat. Pemerintah Kota Sukabumi pun akan fokus melakukan penataan pusat perekonomian dan mengedukasi warga agar beralih ke digital.
“Seperti di pasar Lembursitu, pasar degung dan pasar pelita, yang saat ini masih ada permasalahan. Karena waktu itu, pengelolaannya sama swasta, tentunya kita pemerintah harus mengambil kembali. Kami pun akan fokus melakukan penataan pusat perekonomian, dan mengedukasi agar beralih ke digital, karena tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi begitu pesat,” tandas dia.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












