JURNALSUKABUMI.COM – Semangat dalam menjalankan titah agama menjadi salah satu bentuk pola asuh terbaik bagi anak di lingkungan keluarga.
Demikian disampaikan Fahmi saat Safari Ramadhan di Majelis Taklim Jami Al Hidayah, Kampung Ciaul Kaler RT 02 RW 09 Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kamis (30/3/2023).
“Semangat menjalankan perintah agama menjadi salah satu pola asuh anak terbaik di lingkungan keluarga,” kata Fahmi.
Guna mendukung hal itu, dia mendorong agar di tiap kelurahan lahir generasi penghafal Alquran dan lahirnya sarjana baru.
“Di setiap kelurahan harus ada penghafal Alquran dan sarjana baru. Sehingga digulirkan beasiswa bagi penghafal Alquran dan beasiswa sarjana,” kata Fahmi.
Jika hal positif itu terus digalakkan peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar bisa dicegah lebih dini. Karena tidak jarang membuat keresahan di tengah masyarakat.
”Atas nama Pemkot Sukabumi mengucapkan terimakasih dengan dukungan warga kota tetap dalam keadaan aman dan kondusif,” kata dia.
Kondisi itu bisa terwujud kata dia,
kerena sepenuhnya dapat dukungan warga. Apalagi pada 1 April 2023 nanti, Kota Sukabumi akan berulang tahun ke-109 tahun, tepat tiga tahun penemuan kasus pertama Covid-19.
“Ini menunjukkan tiga tahun lamanya berada di dalam pandemi yang berdampak pada berbagai sektor. Alhamdulillah, kini pandemi melandai dan di akhir 2022 pemerintah pusat mencabut PPKM,” ujarnya.
Pemkot saat ini tengah berupaya melakukan recovery pasca pandemi. Misalnya perbaikan trotoar agar pasca pandemi bergerak dan mendorong kebangkitan di berbagai sektor, tambahnya.
Prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, pada 2018 misalnya ada 136 hektare kawasan kumuh dan kini tersisa 5 hektare dan pada 2023 ditargetkan tidak ada lagi kawasan kumuh. Hal ini dapat terwujud dengan kerjasama RT dan RW melalui program P2RW.
Lebih lanjut dia menjelaskan, selain fisik dilakukan pula penataan dari sisi non fisik dengan menguatkan kegiatan keagamaan dan tablig akbar mengundang ustad ternama setiap tiga bulan sekali.
Berikutnya pemberian insentif kepada guru agama dan marbot masjid supaya berkah fokus mengajar dan menjaga masjid.
Selain itu juga memberikan tunjangan kepada para alim ulama dengan diikutkan BPJS ketenagakerjaan. Ketika berdakwah ada musibah mereka terlindungi.
Redaktur: Usep Mulyana












