Kronologi Berdarah, Atraksi Debus Golok di Gunungpuyuh Berujung Luka

Minggu, 29 Januari 2023 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belum lama ini, atraksi debus berujung luka dilakukan oleh seorang pria saat menunjukan kebolehannya di salah satu pondok pesantren yang ada di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Sabtu (28/1/2023) kemarin.

Pertunjukan debus tersebut merupakan rangkaian dari acara ulang tahun Pondok Pesantren, yang menjadi korban adalah warga Kecamatan Cikole berinisial R.

Awalnya dia menunjukan golok yang ditebaskan pada sebuah batang daun pisang, terlihat golok itu pun sangat tajam, lalu tak lama golok itu ditebaskan ke tangannya.

Namun ketika golok itu diayunkan ke bagian kaki sebelah kanannya, tiba-tiba dia berhenti dan menutup kaki dengan tangannya, seraya mundur ke belakang dengan meringis kesakitan.

Pelatih Silat Maung Bodas Sukabumi, Asep Zenal Malik mengatakan, dalam pertunjukan debus tersebut ada dua atraksi yang dilakukan oleh N dan R.

Dirinya menyayangkan adanya insiden tersebut yang dinilai terdapat kelalaian dalam penggunaan atraksi yang dilakukan R. Sedangkan senjata tajam jenis golok yang dimainkan R bukan miliknya sendiri, melainkan golok milik salah satu pelatih Silat Maung Bodas.

“Ketika panggungnya R tampil dan ada kejadian yang tidak diharapkan, itu sebenarnya karena R sendiri menggunakan senjatanya itu bukan pegangan R, Itu adalah senjata yang pegangannya oleh pelatih, yaitu Kang Icut Matugeni jadi memang bukan pegangan beliau,” ucap Asep.

Asep menerangkan, sebelumnya golok itu memang tidak diizinkan dipakai oleh R, namun dia tetap memaksa dengan alasan semua golok sama saja dan mengaku bisa menguasainya.

“Golok itu gak diijinkan sama Kang Icut Matugeni, Cuman R memaksa bahwa ini juga bisa mengendalikannya senjata tersebut. Sebenarnya juga kalau acara-acara yang seperti itu harus pegangan sendiri harusnya,” jelasnya.

“Atau dia udah menguasai senjatanya itu, sehingga tadi terjadi hal yang tidak diinginkan, itu kesalahannya satu panggung ada dua atraksi kolaborasi yang sebelumnya tanpa perencanaan,” sambung dia.

Pelatih lainnya, Kang Icut Matugeni mengatakan, bahwa luka yang dialami R cukup parah, terdapat dua luka sobek di kakinya akibat sabetan golok tersebut.

“Memang lukanya lumayan parah, tapi InsyaAllah sudah bisa diatasi, dengan ramuan hasil pak kiayi juga alhamdulillah darahnya bisa langsung terhenti, dan terutama yang di tangan itu udah langsung kering,” sambungnya.

Ia berharap, agar R segera pulih sehingga tidak perlu mendapat perawatan lebih lanjut ke rumah sakit.

“Tinggal yang di kaki karena sedikit dalam, InsyaAllah itu gak bakalan apa-apa, mudah-mudahan aja tidak perlu ke rumah sakit. Yang jelas kami sudah melakukan pertolongan pertama dengan membalurkan ramuan ciptaan pak kyai,Kemudian dibalut dan tadi juga langsung bisa jalan lagi alhamdulillah,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru