JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, meninjau kondisi pengungsian di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/11/2022). Kecamatan Sukalarang menjadi wilayah paling terdampak akibat gempa Kabupaten Cianjur.
“Ada kurang lebih 777 rumah dari 19 kecamatan di Kabupaten Sukabumi sehingga berdampak pada rumah-rumah. Ada yang ringan sedang dan berat. Yang berat mungkin kurang lebih 46 rumah yang sudah terdata,” kata Kang Iyos.
Dia menuturkan, sejauh ini Pemda dan dinas terkait telah meninjau dan menyalurkan bantuan berupa logistik, selimut, dan alas tidur ke lokasi yang paling terdampak parah.
“Dibanding dengan kecamatan lain itu di Kecamatan Sukalarang tepatnya di Desa Titisan dengan kondisi rumah yang kena dampak kurang lebih 134 rumah dengan jiwa 476 orang,” ujarnya.
Kemudian di Kedusunan Kedung ada 6 KK dan 20 jiwa, Nyalindung 3 KK dan 10 jiwa. Lokasi pengungsian tersebut terdapat tujuh titik. Salah satunya di lapang bola yang dapat menampung sekitar 200 orang.
Ia menyebut, mayoritas yang mengungsi merupakan dampak dari kepanikan akan terjadinya gempa susulan.
“Karena ada kekhawatiran masyarakat mereka belum berani masuk ke rumah, karena selalu ada getaran kecil sehingga ada kekhawatiran terjadi lagi susulan yang agak besar,” tuturnya.
Ia pun menghimbau, agar warga jangan sampai panik berlebihan. Kendati pihaknya merencanakan akan mendirikan dapur umum, jika kondisi memungkin.
“Disamping sembako pasti, alas tidur sudah dengan Dinsos memberikan bantuan di pondok pesantren Nurussyifa termasuk untuk para warga,” ujarnya.
“Kemudian untuk mengurangi kedinginan yg teramat sangat. Insyaallah besok akan mendirikan dapur umum, kita ingin warga masyarakat tenang tertib mengisi tempat yang kita siapkan di lapangan ini secara tertib, ini akan aman dari sisi udara,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












