Kang Iyos Sambangi Korban Terdampak Gempa di Sukalarang

Selasa, 22 November 2022 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, meninjau kondisi pengungsian di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/11/2022). Kecamatan Sukalarang menjadi wilayah paling terdampak akibat gempa Kabupaten Cianjur.

“Ada kurang lebih 777 rumah dari 19 kecamatan di Kabupaten Sukabumi sehingga berdampak pada rumah-rumah. Ada yang ringan sedang dan berat. Yang berat mungkin kurang lebih 46 rumah yang sudah terdata,” kata Kang Iyos.

Dia menuturkan, sejauh ini Pemda dan dinas terkait telah meninjau dan menyalurkan bantuan berupa logistik, selimut, dan alas tidur ke lokasi yang paling terdampak parah.

“Dibanding dengan kecamatan lain itu di Kecamatan Sukalarang tepatnya di Desa Titisan dengan kondisi rumah yang kena dampak kurang lebih 134 rumah dengan jiwa 476 orang,” ujarnya.

Kemudian di Kedusunan Kedung ada 6 KK dan 20 jiwa, Nyalindung 3 KK dan 10 jiwa. Lokasi pengungsian tersebut terdapat tujuh titik. Salah satunya di lapang bola yang dapat menampung sekitar 200 orang.

Ia menyebut, mayoritas yang mengungsi merupakan dampak dari kepanikan akan terjadinya gempa susulan.

“Karena ada kekhawatiran masyarakat mereka belum berani masuk ke rumah, karena selalu ada getaran kecil sehingga ada kekhawatiran terjadi lagi susulan yang agak besar,” tuturnya.

Ia pun menghimbau, agar warga jangan sampai panik berlebihan. Kendati pihaknya merencanakan akan mendirikan dapur umum, jika kondisi memungkin.

“Disamping sembako pasti, alas tidur sudah dengan Dinsos memberikan bantuan di pondok pesantren Nurussyifa termasuk untuk para warga,” ujarnya.

“Kemudian untuk mengurangi kedinginan yg teramat sangat. Insyaallah besok akan mendirikan dapur umum, kita ingin warga masyarakat tenang tertib mengisi tempat yang kita siapkan di lapangan ini secara tertib, ini akan aman dari sisi udara,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru