JURNALSUKABUMI.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) yang didukung oleh Palang Merah Amerika (Amcross) mengembangkan sebuah aplikasi yang diperuntukan bagi UMKM untuk membangun dan menjaga mata pencaharian, pada pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana.
Aplikasi itu dikenalkan dengan sebutan Atlas Ready For Business, yang disosialisasikan di Hotel Santika, Kota Sukabumi, belum lama ini. Kasubdiv Tanggap Darurat dan Pemulihan PMI Pusat, Ridwan S. Carman menuturkan, PMI berencana mengenalkan Aplikasi Atlas ini kepada para pelaku usaha kecil dengan melibatkan mereka dalam sejumlah kegiatan.
Nantinya pelaku usaha kecil dapat menggunakan Aplikasi Atlas tersebut untuk membuat rencana bisnis mereka sendiri. Menurutnya, UMKM memainkan peranan penting di komunitas mereka dan di sektor swasta yang lebih luas. Karena banyak yang berkontribusi pada rantai pasokan. Selain itu, mereka juga memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja lokal.
“Oleh karenanya penting bagi usaha kecil untuk bersiap dan memiliki strategi. Sehingga mereka dan ekonomi lokal mereka dapat pulih lebih cepat setelah terdampak bencana,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Sabtu (6/8/2022).
Ridwan menerangkan, pengguna aplikasi Atlas akan dibantu dan dipandu untuk membuat dan menyesuaikan rencana bisnis dalam setiap tahapannya. Termasuk didalamnya sesi obrolan dengan Atlas yang meminta pengguna untuk menilai tingkat kesiapan mereka, menguji kemajuan, dan memandu pengguna menuju ketahanan bisnis.
Sementara, Kepala Kantor Delegasi Palang Merah Amerika (Amcross) untuk Indonesia Husnul Maad mengungkapkan, saat ini keberadaan Palang Merah Amerika (Amcross) di Indonesia berada dalam posisi yang strategis untuk meningkatkan kapasitas sebagai lembaga kemanusiaan.
“Melalui Aplikasi Atlas Ready For Business ini, kami mendorong ketahanan masyarakat terutama UMKM terhadap risiko dan dampak bencana melalui pendekatan inovatif dan solusi berkelanjutan,” ucap Husnul.
Sebagai informasi, aplikasi tersebut kini masih dalam tahap pengembangan tim PMI dan Amcross. Nantinya, aplikasi tersebut dapat diunduh melalui android dan ios, serta tidak dibatasi bidang usaha yang dilakoni UMKM.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












