JURNALSUKABUMI.COM – RSUD Sekarwangi, menghadapi dua agenda besar di pertengahan tahun ini. Pada Agustus, rumah sakit plat merah tersebut, akan mengikuti program akreditasi dan satu bulan berikutnya, tepatnya September akan melakoni penilaian dari Ombudsman RI. Hal itu disampaikan Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah, kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (28/7/22).
“Sejak saat ini, kami akan bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapi dua agenda besar itu. Salah satunya, menyambut tim penilai dari Ombudsman RI,” kata Ramdansyah.
Penilaian oleh tim Ombudsman RI lanjut dia, bersifat spesifik. Karena standar penilaian didasarkan pada keamanan dan kenyamanan serta kelayakan sarana dan prasarana rumah sakit.
“Saya contohkan, pintu WC. Pintu WC harus terbuka ke luar bukan ke dalam. Didalamnya disediakan cermin. Sarana penunjang lain yaitu harus mengakomodir kaum difabel. Di dalamnya harus ada wc duduk dan bisa masuk kursi roda,” jelasnya.
Disamping itu, disediakan juga tempat pendaftaran bagi kaum difabel. Tidak hanya itu, sarana informasi terkait pelayanan harus terpampang. Ketersediaan bad. Di ruangan juga terpampang maklumat pelayanan, standar pelayanan pengaduan.
Kemudian dilanjutkan dengan program akreditasi. Karena akreditasi itu harus berjenjang dan berkelanjutan. Pada tahun lalu RSUD Sekarwangi sempat menyentuh predikat paripurna. Menurutnya, mempertahankan itu lebih sulit dari merebut sebuah prestasi.
“RSUD Sekarwangi, merupakan rumah sakit tipe B pendidikan. Kita punya program tour the hospital. Dimana kita akan memperkenalkan kepada anak-anak, tentang kerumahsakitan,” ujarnya.
‘Nanti kita akan memperkenalkan pada anak-anak, apa itu alat EKG, apa itu CT Scan dan cara kerja dokter bedah dan beberapa buah galeri. Intinya, kita akan mengedukasi masyarakat. Misalnya, dengan menginspirasi anak-anak sekolah agar ingin jadi dokter. Kegiatan tersebut akan melibatkan pelajar dari lima SMP.
“Rencananya akan diadakan awal Agustus. Setelah itu secara berjenjang akan dikuti oleh pelajar dari lima sekolah, masing-masing 10 orang. Mereka dibekali informasi tentang sejarah berdirinya rumah sakit yang berdiri sejak1938. Kami jelaskan seputar perkembangan rumah sakit hingga saat ini, biar mereka tahu tentang kecanggihan RSUD Sekarwangi sekarang seperti apa,” terangnya.
Selain pelayanan,.perbaikan sarana dan prasarana. memberikan edukasi tentang informasi.pelayanan masyarakat lewat website, instagram rumah sakit, layanan pengaduan, pendaftaran online. Rumah sakit tipe B (rujukan). Jumlah dokter, perawat dan paramedis sebanyak 800 orang, tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana











