Viral Video Keributan Antara TNI vs Sopir Angkot di Cibadak, Dandim 0607 Kota Sukabumi: Terjadi Kesalahpahaman 

Rabu, 20 Juli 2022 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belakangan ini, viral video yang merekam sejumlah anggota TNI turun dari truk di tengah kemacetan jalan Raya Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan menyebut telah terjadi pengeroyokan antara sopir angkot dan anggota Yonif Infanteri 310 Kidang Kencana atau Yonif 310/KK.

Rekaman video yang beredar di media sosial tersebut sontak menjadi sorotan warganet. Terlebih dalam video berdurasi 41 detik itu seseorang terdengar mengucapkan kata-kata kasar.

Komandan Kodim (Dandim) 0607 Kota Sukabumi, Letkol Inf Dedy Ariyanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara sopir angkot dan anggota TNI dari Yonif 310/KK.

“Kalau dibilang pengeroyokan juga bukan. Jadi semuanya terjadi spontanitas, namanya di lapangan kemudian terjadi kesalahpahaman, lalu terjadi cekcok,” kata Dedy, di Makodim 0607 Kota Sukabumi, Rabu (20/7/2022).

Kendati demikian, lanjut dia, situasi saat itu dapat ditangani oleh komandan batalyon dalam hal ini Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 310/KK Mayor Yudhi Heriyanto yang berada di lapangan.

“Yang langsung dikendalikan, anak buahnya untuk kembali. Karena masalahnya sudah selesai, dan sudah dibicarakan. Dan ini bukan masalah yang besar seperti yang disampaikan (beredar di medsos), namanya kita menghadapi sopir yang kondisinya mabuk, kita yang ngalah gitu,” jelas Dedy.

Menurutnya, adapun beberapa anggota yang terlibat disana bersifat spontanitas karena mendengar komandan batalyonnya mendapat pengeroyokan.

“Kemudian mereka secara spontanitas ingin melindungi komandannya. Setelah sampai di lokasi kejadian, komandan ada di sana dan dijelaskan, dan permasalahan dapat diselesaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 310/KK Mayor Yudhi Heriyanto menuturkan, insiden itu bermula ketika dirinya bersama keluarga dalam perjalanan pulang dari arah Jakarta menuju Sukabumi.

Setibanya di SPBU 34.433.13 Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Ongkrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Yudhi dan keluarganya, saat itu hendak istirahat dan melaksanakan salat di SPBU tersebut.

“Saya yang menggunakan pakaian sipil dan kendaraan pribadi pulang dari Jakarta, mulai keluar tol Cigombong jam 15.00 WIB sudah mulai macet, tiba di SPBU pukul 18.00 WIB. Pada saat akan belok ke rest area SPBU tersebut, tiba-tiba datang angkot dari arah berlawanan yang meluncur di jalur tengah. Sehingga berhadap-hadapan dengan mobil saya,” kata Yudhi.

Yudhi mengungkap, karena kondisi tersebut sopir yang bersamanya turun untuk menegur sopir angkot tersebut. Namun, sopir angkot tersebut malah memukul sopir yang bersama dirinya.

Khawatir dengan keadaan sopirnya, Yudhi pun turun dan menyampaikan kepada sopir angkot tersebut bahwa dia adalah anggota TNI, sambil melerai pertikaian tersebut.

“Tapi entah siapa yang ngomong tentara monyet lah, tentara anjing lah. Sebenarnya nggak usah saya, bapak-bapak saja manusia kalo dibilang anjing (pasti marah). Pada saat itu juga saya mencium bau alkohol. Bahkan ada yang mencoba miting (mencekik) saya namun saya dorong,” ungkap Yudhi.

Pada pukul 19.30 WIB, lanjut dia, datang rombongan anggota Yonif 310/KK dengan mengendarai mobil dan motor mencari dan mengejar para supir angkot tersebut dan berhasil mengamankan 5 orang sopir angkot 09 jurusan Cibadak-Cicurug yang diduga terlibat dalam peristiwa keributan tersebut.

Sementara itu, Pembina Angkot Jalur 09, Adang Edi Ridwan menyampaikan permintaan maaf kepada institusi TNI atas kesalahpahaman yang terjadi. Dia berharap ini adalah kejadian terakhir, atas terjadinya perselisihan antara TNI dan para sopir angkot.

“Saya sebagai pembina di jalur 09, atas nama rekan-rekan meminta maaf kepada TNI atas kejadian yang tidak diinginkan, atas terucapnya kata-kata yang tidak berkenan yang terucap dari oknum para sopir angkot. Mohon maaf kepada Dandim wabil khusus kepada Danyon,” pungkas Adang.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Bertaruh Nyawa di Laut, GISLI Bangun Kesadaran Keselamatan Nelayan Sukabumi
Hari Pertama Masuk Sekolah, Dapur MBG di Sukabumi Kembali Beroperasi Penuh Siapkan Menu Bergizi
Pantauan Terkini di Pintu Tol Parungkuda, Arus Lalu Lintas Dua Arah Tetap Lancar
Sepakan Perdana Letkol Inf Beny Syafri Resmi Buka Turnamen Dandim Cup Kota Sukabumi 2026
Anggaran Kebersihan dan Obat RSUD Palabuhanratu Disorot, Ini Penjelasannya!
Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Wujudkan Kebersamaan dengan Olahraga Bersama di Tapal Batas
Kemarau Berkepanjangan, Petani di Bojonggenteng Tunda Tanam Padi Beralih ke Palawija
Bakal Hadir di Jampangkulon, Sirkuit Cibayawak Disiapkan Jadi Kawah Candradimuka Crosser Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 17:49 WIB

Bertaruh Nyawa di Laut, GISLI Bangun Kesadaran Keselamatan Nelayan Sukabumi

Senin, 13 Juli 2026 - 11:40 WIB

Hari Pertama Masuk Sekolah, Dapur MBG di Sukabumi Kembali Beroperasi Penuh Siapkan Menu Bergizi

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:25 WIB

Pantauan Terkini di Pintu Tol Parungkuda, Arus Lalu Lintas Dua Arah Tetap Lancar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:39 WIB

Sepakan Perdana Letkol Inf Beny Syafri Resmi Buka Turnamen Dandim Cup Kota Sukabumi 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:25 WIB

Anggaran Kebersihan dan Obat RSUD Palabuhanratu Disorot, Ini Penjelasannya!

Berita Terbaru