Izin Operasi Dicabut Kemensos, ACT Cabang Sukabumi: Sesuai dengan Arahan Pusat

Kamis, 7 Juli 2022 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Buntut dari kasus dugaan penyelewengan ‘dana umat’ yang dilakukan oleh organisasi nirlaba profesional Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kementerian Sosial (Kemensos) kemudian mencabut izin pengumpulan uang dan barang.

Marketing Komunikasi ACT Cabang Sukabumi, Malsi Abadi Akbar menuturkan, aktivitas penyaluran hasil donasi berjalan seperti biasa. Namun, untuk pengumpulan dana baru sudah tidak dilakukan.

“Aktivitas tetap berjalan, kalau pengumpulan dana gak ada. Kita lagi implementasi untuk program kurban dengan semua relawan,” kata Malsi.

Dia mengatakan, prosedur operasional yang dijalankan ACT Sukabumi mengikuti keputusan pemerintah pusat. “Sesuai dengan arahan pusat ya, kita menghormati keputusan pemerintah,” ujarnya.

Lanjut dia, kini pihaknya fokus pada implementasi program yang belum tersalurkan. Salah satunya penyaluran hewan kurban. “Kita sekarang fokus ke implementasi program. Kurban jalan karena kan uangnya sudah masuk yang melalui kita,” jelas dia.

Malsi mengungkap, akibat pemberitaan yang tersiar tersebut di ACT Jakarta, berimbas pada ACT yang ada di Sukabumi.

“Emang ya gak sedikit yang menghujat tapi banyak juga yg mendoakan kita. Terutama dari penerima manfaat ya, lebih terbantu. Apalagi di kondisi sekarang menginjak Idul Adha,” tutur dia.

“Insyaallah kita salurkan kurban kambing lebih dari 6 ekor. Tapi yang baru diterima 6 ekor. Beberapa belum masuk ke kita, cuman udah deal penyalurannya melalui kita termasuk juga ada 1 ekor sapi,” sambung dia.

Lanjut Malsi menjelaskan, namun info jumlah hewan kurban tersebut masih berupa wacana dari mitranya. Adapun implementasinya, Malsi menyebut, baru bisa diketahui secara pasti esok hari atau lusa.

“Itu baru wacana mitranya ke kita cuman implementasi besok atau lusa mudah2 an bisa masuk. Di Kampung Cibugin, Cikidang daerah Jampang, pelosok Sukabumi. Memang sih kita tajuknya tahun ini kurban pelosok,” terang dia.

Ia menambahkan, ACT Sukabumi memastikan sudah tidak menerima donasi tambahan sejak Rabu (6/7) kemarin. Sementara, pernyataan resmi dari Kementerian Sosial beredar pada Selasa (5/7) lalu.

“Udah nggak ada. Udah di stop per Rabu Pagi. Dana-dana sebelumnya pun udah di stop dan akan disalurkan. Kalo cabang alhamdulillah sudah semua, hutang kita saat ini hanya kurban saja,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Berita Terbaru