JURNALSUKABUMI.COM – Pemilik Toko RB di Jalan Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah, baru-baru ini diduga menjadi korban penipuan oknum sales bahan bangunan berinisial AC. Dikabarkan, korban bernama Ratna, telah menyetor uang sebesar Rp5.150.0000.00, ke nomor rekening 035082XXXX atas nama AC.
“Saya menyetor melalui salah satu bank swasta ke.nomor rekening pelaku sebesar Rp5.150.000,00. Setoran pertama Rp2.000.000,00 dan setoran kedua Rp3.150.000,00. Tapi saya tunggu kiriman pesanan asbes itu, tidak datang-datang,”kata Ratna, Sabtu (18/6/22).
Alasan dia menjadi korban penipuan, karena selama tiga hari, barang pesanannya tak kunjung datang. Padahal AC menjanjikan, asbes (djabes) yang dipesan akan dikirim setelah uang muka 15 persen ditransfer. 
“Bukan DP lagi, sudah saya bayar lunas. Tapi handphonenya malah mati sekarang. Nah, setelah itu saya cek ke perusahaan yang namanya disebut-sebut sama dia, ternyata AC bukan karyawan di sana,”jelasnya.
Sementara ditemui di tempat terpisah, penanggungjawab PT Tri Putra Menara Jaya, Edi Yanto, mengaku tidak kaget atas peristiwa itu. Karena sebelumnya, ada pemilik.toko material dari Pangleseran yang mengadukan hal yang sama, dengan pelaku yang sama pula.
“Dia itu memang penipu. Karena sebelum ini ada pemilik toko dari Pangleseran yang juga kena tipu dia. Pelaku sering bawa-bawa nama Menara. Padahal nama lengkap cabang perusahaan ini adalah PT TPMJ,” kata Edi Yanto.
Modus penipuan pelaku kata dia, tergolong ‘jadul’ yakni dengan menawarkan asbes (djabes) dengan harga murah. Sembari membujuk pemilik toko untuk menyetor uang muka (DP) ke rekening.pelaku. Dengan iming-iming pengiriman cepat dan sampai tepat waktu.
Dia berpesan, agar pemilik toko, untuk lebih berhati-hati jika kedatangan seseorang yang mengatasnamakan karyawan PT Tri Putra Menara Jaya (TPMJ). Perusahaan tersebut bergerak dalam penjualan djabes.
Dalam setiap transaksi dengan para mitranya jelas dia, pihaknya melarang keras pada pegawainya Zulham dan Yogi untuk tidak meminta uang muka (DP). Kalau pembayarannya dilakukan cash, transfer dilakukan melalui rekening perusahaan bukan nomer rekening pribadi.
“Kalau mau titip uang, saya sarankan kasih ke sopir dan jumlah nominalnya dicatat di bon. Jika uang itu hilang, kita tidak akan cari siapa-siapa, sopir itu yang harus bertanggungjawab,”ujarnya.
Boleh jadi lanjut dia, motif pelaku adalah sakit hati atau memang sudah menjadi rutinitasnya sehari-sehari. Pelaku biasanya mengincar binaan toko-toko besar yang bergerak dalam penjualan djabes.
Redaktur: Usep Mulyana












