JURNALSUKABUMI.COM – Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, sangat tergantung pada proses pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah.
Karena semakin nyata program itu dirasakan kegunaannya, maka semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat untuk.terus mendukung dan menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui lembaga tersebut.
“Dua hal ini menjadi krusial dan menjadi wajah Baznas di mata masyarakat. Karena semakin nyata program pendistribusian dan pendayagunaan Baznas, maka tingkat kepercayaan akan terus meningkat,” kata Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhammad Kamaludin, kepada jurnalsukabumi.com, Senin (13/6/22).
Oleh karena itu kata dia, pihaknya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk mendistribusikan dana zakat ini secara tepat sasaran.
“Jika pendistribusian itu lebih pada asnaf fakir, yaitu asnaf yang sudah tidak bisa diberdayakan karena tidak memiliki kapital kecuali hanya untuk sekedar bertahan hidup. Maka bantuan untuk kebutuhan dasar hidup yang bersangkutan, itu menjadi tugas Baznas. Itu pun selama memang ada laporan dari masyarakat dan Baznas memiliki anggaran itu,”ujarnya.
Berkaitan dengan dana Baznas jelas Kamaludin, jumlahnya saat ini masih terbatas. Begitu pun jika berbicara potensi ZIS, saat ini dana yang dikelola oleh Baznas Kabupaten Sukabumi, baru sekitar 0,1 persen. Potensi ZIS pada 2014 dan 2015 berada di kisaran angka Rp1,4 triliun.
Hari ini lanjut dia, Baznas melakukan gerakan infak ke masyarakat lebih masif. Biasanya hanya dilakukan satu tahun sekali pada setiap bulan Ramadhan, sekarang ditingkatkan jadi setiap bulan sekali.
“Ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat, bahkan sudah ada beberapa desa yang sudah setor. Diharapkan, gerakan ini mampu menyelesaikan persoalan-persoalan keumatan yang sifatnya cepat,”tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












