JURNALSUKABUMI.COM – Ruas jalan Cibuntu tepatnya di Kampung Cipurut, RT. 24/06, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kerap dilanda longsor.
Dari data yang dihimpun, kejadia longsor yang menutupi akeses masyarakat itu sudah terjadi tiga kali. Terhitung dari bulan Februari hingga Juni 2022 ini.
Kejadi pertama terjadinya pada Rabu 2 Februari 2022, dengan lebar longsoran mencapai 6 meter dan ketinggian 30 meter.
Kejadian kedua terjadi pada Senin 21 Februari 2022, dengan ketinggian longsor mencapai 3 sampai 4 meter dengan lebar 4 meter.
Kejadian ketiga terjadi pada Jumat 3 Juni 2022 dengan ketinggian longsor mencapai 3 meter dan lebar longsoran 7 meter.
“Kemarin Jumat kembali terjadi longsor dengan kondisi material seluruhnya menutupi akses masyarakat sekitar,” ujar Dandi Sulaeman Petugas Penanggulangan Bencana (P2BK) Kecamatan Simpenan, Sabtu (4/6/2022).
Tebing itu kata Dandi memang terbilang rawan longsor. Sebab, lereng yang curam dengan kondisi ketinggian 30 meter tersebut membuat struktur tanah menjadi rapuh dan lemah sehingga mudah roboh.
“Memang dari struktur tanah itu sudah telihat gundul, dari atas lereng tidak ada satupun pohon besar yang menyangga,” tuturnya.
Selain itu lanjut ia, penyebab longsor lainnya, bisa berasal dari pergerakan air. Air dapat mengubah tekanan di dalam lereng yang akan menyebabkan ketidakstabilan di dalamnya. Akibatnya, material lereng yang sarat air (tanah, batuan, dan lainnya) Akan menyerah pada gaya gravitasi.
“Selain penggundulan, akibat dilanda hujan terus menerus pun sangat berpengaruh sehingga kami meminta berhati-hati lah pada saat melintas di seputaran tebing itu,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












