JURNALSUKABUMI.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi melaksanakan forum fokus gruop discussion (FGD), dalam mendorong turunan peraturan perundang-undangan daerah (perbup) tuntas pada tahun ini.
Acara tersebut bertajuk FGD Free Market of Ideas Menuju Kabupaten Sukabumi Layak Pemuda yang dihadiri oleh Unsur pemimpin kecamatan KNPI, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa perguruan tinggi, pemuda desa dan karang taruna.
Kegiatan tersebut diantaranya membahas mengenai perpanjangan Perda Nomor 6 Tentang Kepemudaan yang disahkan pada tahun 2020 lalu.
Ketua Litbang DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Aria Himawan mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mendorong pemerintah agar turunan Perbup dari perda tersebut dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.
“Melalui kegiatan forum diskusi ini, harapannya DPD KNPI Kabupaten Sukabumi bisa mengakomodir harapan dan keinginan para pemuda yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujar Aria.
“Harapannya perbup cepat jadi, supaya koordinasi lintas sektor yang ada di Kabupaten Sukabumi ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan sesuai dengan harapan para pemuda yaitu Kabupaten Layak Pemuda,” lanjut dia.
Menurutnya, peran pemerintah dalam keberpihakan kepada para pemuda ini, akan menjadi salah satu langkah menghadapi dinamika demografi yang kerap terjadi belakangan ini.
Lebih lanjut Aria menambahkan, setidaknya melalui regulasi tersebut peran pemuda bisa lebih terkoneksi dan lebih produktif. “Secara garis besar, harapannya agar pemerintah dapat memberi dukungan penuh terhadap peran pemuda melalui KNPI di Wilayah Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Forum Pemuda Lintas, Iman Billy R Pagara, menambahkan, pihaknya turut mendukung penuh atas upaya tersebut. Agar harapan terciptanya Kabupaten Sukabumi Layak Pemuda dapat tercapai.
“Keberpihakan peran pemerintah untuk pemuda ini menjadi salah satu gerbong awal untuk mendongkrak bonus demografi yg sedang kita hadapi, setidaknya lewat regulasi ini peran pemuda bisa lebih terkoneksi dan lebih produktif. Sehingga bisa menghasilkan kabupaten layak pemuda,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor






