Disnakertrans Sebut Isu Larangan Berhijab di PT Nina II Miskomunikasi, DPRD: Tegaskan Hal Ini!

Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – “Tidak ada asap kalau tidak ada api. Riak yang riuh terdengar sudah terlanjur meluas”. Sepenggal kutipan muncul dari Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, M. Yusuf saat menyoroti terkait isu larangan penggunaan hijab karyawan PT Nina Venus II yang berlokasi di Kecamatan Parungkuda, dua hari terakhir ini.

Politisi partai PKS ini menilai kendati sudah menuai titik terang, lantaran diakibatkan miskomunikasi antara perusahaan dan karyawannya, akan tetapi hal tersebut tetap menjadi catatan penting bahwa sekecil apapun permasalahannya, pada dasarnya adalah merugikan perusahaan itu sendiri apalagi terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan konflik besar terkait sara.

“Jangan hanya sekedar menarik kembali ucapan dan memberikan kesimpulan hal itu adalah karena adanya miskomunikasi. Harus jelas duduk perkara kenapa sampai hal itu menjadi berita yang sudah telanjur menjadi viral,” tegas wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Sukabumi ini kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (28/05/2022).

Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik partai PKS di Kabupaten Sukabumi ini mengaku kaget saat mendengar ada berita tersebut sehingga mencoba menelusuri kembali berita dan akar masalah yang ada.

“Apresiasi pada aparat kepolisian khususnya Polsek Parungkuda dan tokoh masyarakat setempat yang sudah sigap mendatangi dan mengkonfirmasi langsung adanya kesimpangsiuran dan keresahan berita tersebut yang disebabkan karena miskomunikasi,” terangnya.

Pesan dia, berharap pihak managemen memberikan klarifikasi langsung ke media terbuka bahwa hal tersebut murni akibat miskomunikasi yang ada agar jangan sampai semakin tersebar meluas dan menimbulkan ekses dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Managemen perusahaan harus berhati-hati terhadap kebijakan yang menyangkut karyawan apalagi terhadap hal-hal yang sudah diatur oleh undang-undang dan negara. Jika masih ada perusahaan terdengar kembali ada yang melarang karyawan agar tidak memakai jilbab. Maka, kami akan bertindak tegas, salah satunya mengancam akan menutup perusahaan. Oleh karena itu jangan sampai terulang kembali,” tegasnya.

Masih kata dia, jangan sampai karyawati terus menerus resah dan cemas akibat berita larangan perusahaan yang melarang memakai jilbab. Itu sangat mengganggu keimanan umat Islam yang bekerja khususnya.

Ke depan, berharap kepada seluruh managenen dan perusahaan yang ada di Sukabumi khususnya agar tidak ada lagi kasus yang sama kembali ataupun hal lainnya yang meresahkan karyawan maupun masyarakat lainnya.

“Kami tidak akan segan turun langsung bilamana timbul kembali nantinya. Jadikan ini pelajaran penting agar tidak lagi menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Di sisi yang lain juga, kita adanya masyarakat juga mencerna dan mengkonfirmasi berita selengkapnya agar tidak menimbulkan keresahan semakin meluas,” tutup Yusuf.

Terpisah, Kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani menegaskan terkait isu larangan penggunaan hijab karyawan PT Nina Venus II yang berlokasi di Kecamatan Parungkuda itu sudah menuai titik terang.

“Itu ada kesalah pahaman dan sudah ditangani. Bahkan, sudah diselesaikan dan karyawan sudah kembali bekerja,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah karyawan PT Nina II melakukan aksi mogok kerja setelah diduga pihak perusahaan memberikan kebijakan yang melarang karyawan menggunakan hijab saat bekerja, Jumat (27/05/2022).

Perwakilan perusahaan mengklarifikasi bahwa terjadi misskomunikasi dengan para buruh itu. Polisi turun tangan, para buruh yang sebelumnya mogok kerja dipersilahlan bekerja kembali.

HRD PT Nina II, Deni Riswanto, mengatakan jika pelarangan tersebut merupakan murni miskomunikasi. “Sebetulnya tidak ada pelarangan. Itu hanya kesalahan komunikasi saja. Kami menghargai apa yang diyakini karyawan kami,” singkatnya.

Redaktur: Ujang Herlan

 

Berita Terkait

Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 
Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi
60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor
Terungkap! Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bermula Saat Karaoke
Status Jabatan Dicopot, Pelaku Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi Resmi Ditahan 
Dari Balik Semak, Warga Cisolok Temukan Jenazah Perempuan di Bawah Pohon Pisang

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan

Senin, 21 September 2026 - 12:48 WIB

Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang

Sabtu, 19 September 2026 - 14:49 WIB

Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 13:13 WIB

60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor

Jumat, 18 September 2026 - 12:19 WIB

Terungkap! Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bermula Saat Karaoke

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam