JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengungkapkan, kawasan kebangsaan masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat, sejak ditetapkan menjadi bagian Unesco Global Geopark pada tahun 2018 lalu. Berbagai aspek pembangunan dilaksanakan di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan bupati kunjungan tim asesor dari Unesco Global Geopark ke Pendopo, dalam rangka revalidasi Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) Rabu, (25/52022).
“Semua aspek pembangunan kita kembangkan. Baik dari infrastruktur maupun SDM. Namun tetap, memperhatikan kelestarian biodiversity, geodiversity, dan cultural diversity,”kata Marwan.
Dalam pengembangannya, Pemkab Sukabumi melibatkan unsur pentahelix, dengan tujuan untuk memudahkan penyelesaian rekomendasi bagi CPUGGp. Bupati juga mengatakan
pembangunan CPUGGp sejalan dengan prioritas Kabupaten Sukabumi.Terutama, dari sisi pengembangan industri pariwisata bertaraf internasional berbasis pertanian dan lingkungan.
“Jadi, CPUGGp ini, sejalan dengan misi ke dua kami yakni, meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi berbasis agribisnis dan pariwisata berkelanjutan,”tuturnya.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, baik dari aspek konservasi misalnya, telah dikembangkan mangrove di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas. Selain itu, ada konservasi penyu di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap bersama Pemprov Jabar.
Selain itu Pemkab Sukabumi telah menyusun modul muatan lokal untuk membangun pemahaman bagi anak usia sekolah. Khususnya, terkait geopark.
“Semua ini untuk mendorong literasi geopark di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi dari sisi aspek edukasi,”ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












