JURNALSUKABUMI.COM – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Muhammad Yusuf, menanggapi serius kondisi sarana dan prasarana (sapras) pendidikan di sejumlah sekolah yang berada di Kabupaten Sukabumi.
Bahkan ada yang terkesan dibiarkan terbengkalai sehingga mengalami kerusakan cukup parah. Hal ini sampai ke telinga anggota dewan, setelah ramai diperbincangkan di sosial media dan media online, salah satu sekolah di Kecamatan Nagrak, Sabtu (14/05/2022).
Padahal kata Yusuf, trend penurunan angka pandemi Covid-19 adalah sebuah kado manis di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini. Di tengah-tengah hingar bingar perayaan Hardiknas sedikit ternodai dengan adanya temuan kondisi fisik sekolah yang sangat memprihatinkan dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Pandemi Covid-19 yang hampir tuntas, tapi justru muncul permasalahan baru. Saat aktivitas sekolah dan kegiatan belajar mengajar dimulai kembali, staf pengajar dan anak didik masuk ke dalam kelas yang rusak akibat tidak terpelihara selama dua tahun ini. Tentu saja sangat mengganggu kegiatan pembelajaran,” kata Yusuf, kepada jurnalsukabumi.com.
Menyikapi hal tersebut, dirinya bersama seluruh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, akan mendorong pemerintah khususnya Dinas Pendididkan (Disdik) Kabupaten Sukabumi untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi.
“Kita dorong Disdik untuk mengevaluasi menyeluruh, bila semua data kerusakan ringan dan parah sudah didapatkan, langkah berikutnya adalah memprioritaskan berapa banyak cakupan sekolah yang dapat diperbaiki di tahun anggaran berjalan yang berasal dari anggaran APBD,” bebernya.
Lanjutnya kata dia, untuk memperkuat pendanaan sisanya didorong dengan anggaran yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang pendidikan dari pemerintah pusat.
Selain itu, dia juga berharap, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Babakan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak bisa masuk dalam prioritas utama perbaikan. Mengingat, secara rata-rata pada tingkat nasional, kerusakan sekolah di tahun 2021 bertambah sekitar 26% dari sekolah yang ada atau sekitar 250.000 sekolah yang mengalami kerusakan.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Usep Mulyana












