Innalillahi! Jasad Balita di Gunungpuyuh Sukabumi Ditemukan Mengambang di Septic Tank

Selasa, 10 Mei 2022 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga di Jalan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi digemparkan dengan penemuan jasad seorang balita yang mengambang di septic tank. Peristiwa tersebut terjadi Selasa, (10/5/2022) sekira pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Gunungpuyuh, AKP Maulana Arief, menuturkan peristiwa malang itu menimpa balita berinisial AAP (5). Bocah berumur lima tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa oleh ayahnya sendiri, Deden Maulana Hidayat, setelah sempat hilang sejak pagi.

“Jadi yang pertama kali mencurigai korban terperosok ke dalam septic tank itu adalah ayahnya. Pada saat melintas septic tank, terlihat ada baju korban dari atas septic tank,” terang Maulana.

“Saat dibuka dan dipastikan, benar saja terlihat sosok anaknya yang sudah mengambang pada septic tank yang berukuran 40×30 centimeter dengan kedalaman sekitar 1,3 meter,” sambung dia.

Maulana menuturkan, sebelumnya sejak pagi sekira pukul 06.30 WIB keluarga balita tersebut mulai mencari keberadaannya karena tidak terlihat bermain bersama temannya.

“Jadi awal mula, ibu korban merasa anaknya hilang, kemudian melakukan pencarian. Hingga akhirnya pada siang tadi pukul 11.00 WIB, suaminya yang merupakan ayah korban. Menemukan korban mengambang di septic tank milik tetangganya,” terang Maulana kepada awak media.

Dia mengatakan, pihak Kepolisian menerima informasi tersebut, kemudian bergegas mendatangi lokasi kejadian guna mengumpulkan keterangan terkait peristiwa itu. Menurutnya, peristiwa tersebut diakibatkan dari kelalaian pengawasan orang tua terhadap anak.

“Hasil keterangan yang didapatkan, diduga peristiwa ini akibat dari lalainya pengawasan orang tua terhadap buah hatinya,” tutur Maulana.

Kemudian, pihak Kepolisian menawarkan kepada pihak keluarga agar dilakukan otopsi. Namun pihak keluarga menolak.

“Namun, pihak keluarga menolak otopsi terhadap jenazah, dan dilengkapi dengan surat penolakan yang ditandatangani di depan saksi-saksi, serta peristiwa ini telah kami laporkan kepada pimpinan (Kapolres Sukabumi Kota),” pungkasnya.

Dia pun menghimbau kepada warga, khususnya para orang tua yang ada di wilayah hukum Polsek Gunungpuyuh, agar lebih waspada dalam mengawasi anaknya terlebih kepada anak balita.

“Jangan lengah, apalagi yang masih memiliki anak balita. Jangan sampai karena keteledoran orang tua, anak yang jadi korban,” tegas dia.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur
Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang
LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!
Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:23 WIB

Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur

Minggu, 19 April 2026 - 18:36 WIB

Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777