JURNALSUKABUMI.COM – Pembacokan yang terjadi di Kampung/Desa Tespong, Kecamatan Baros menimpa dua orang bocah berinisial AG (15) dan AF (15) pada Jumat, (22/04/2022) lalu.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat kedua korban pergi membeli bubur untuk saudaranya yang sedang sakit. Setibanya korban di rumah saudaranya itu, tak lama mereka dihampiri dua orang dari gerombolan bermotor yang sempat mereka lihat di persimpangan jalan, tak jauh dari rumah saudara korban.
Kedua terduga pelaku tersebut kemudian mengetuk rumah, dan menanyakan siapa yang menggeber motor tadi. Meski korban AG (15) dan AF (15) tidak merasa melakukan hal demikian, kedua bocah itu pun tetap mengutarakan permintaan maaf kepada si pelaku.
Nahas, alih-alih selesai sampai di sana, salah seorang pelaku malah mengeluarkan corbek (jenis senjata tajam) dan dengan membabi buta mengayunkan sajam tersebut ke segala arah.
Melihat tindakan tersebut kedua korban pun ketakutan, hingga lari bersembunyi di toilet rumah saudaranya itu. Namun, tak berapa lama pelaku menemukan keberadaan korban dalam toilet.
Disaat bersamaan, pelaku kemudian berupaya menebaskan sajamnya ke leher korban. Beruntung, tindakan tersebut berhasil ditangkis oleh tangan korban. Walaupun akibatnya tangan korban mengalami luka yang cukup parah.
Hingga saat ini kedua pelaku pembacokan terhadap kedua bocah itu masih dalam proses identifikasi oleh Polsek Baros Sukabumi Kota, karena usia korban yang masih dibawah umur sehingga dalam prosesnya membutuhkan pendampingan.
“Hasil visum kita belum dapat, masih menunggu dari RS Al-Mulk. Insyaallah tanggal 9 Mei. Setelah itu pemanggilan saksi-saksi, yang diduga pelaku juga nanti kita panggil, karena ini korbannya dibawah umur, jadi seluruh prosesnya butuh dampingan,” ujar Kapolsek Baros, Kompol M Heri Hermawan.
Lebih lanjut, Heri pun menjelaskan terduga pelaku merupakan orang yang tidak jauh dari kediaman TKP. Menurutnya, dari data yang telah ada. Para terduga pelaku itu kerap kali nongkrong di sekitar wilayah tersebut.
“Gak jauh dari anak-anak situ yang nongkrong sih, bukan geng motor. Emang motornya (kumpulan) satu merek, anak kampung situ aja. Sampai saat ini, kita sudah mengupayakan semuanya, nanti kita panggil lagi keluarga korbannya, untuk memastikan setelah hasil visum keluar,” pungkasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin || Redaktur: Mohammad Noor












