JURNALSUKABUMI.COM – Gelombang wisatawan arah objek wisata Palabuhanratu terus memadati jalur alternatif Cikidang, Kamis (5/5/22) dini hari. Kendaraan wisatawan yang didominasi oleh kendaraan pribadi, baik roda 2 maupun roda 4 terus bergerombol melintas ke jalur tersebut.
Pantauan di lokasi, meningkatnya volume kendaraan yang melintas ke Cikidang tepatnya Desa Sampora, membuat laju kendaraan tersendat. Bahkan, kendaraan tak bergerak akibat adanya penyempitan jalur.
Penyempitan jalur sendiri terjadi ketika kendaraan roda dua mengambil lajur lain, sehingga menjadikan kendaraan roda empat antre akibat terhalang oleh kendaraan berlawanan arah.
Kondisi jalan yang berupa tanjakan terjal dan turunan curam di Jalur Arum jeram hingga Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, membuat sejumlah kendaraan pun mogok. Terutama ketika melewati tanjakan panjang, terjal, dan berliku di jalur Datar Jati Pasir Bilik perbatasan Desa Sampora dan Desa Buniwangi.
Satu dari sekian kendaraan yang mogok di Tanjakan tersebut adalah mobil Avanza yang dikemudian oleh Daryo (40).
“Tadi malam pukul 19.00 WIB karena tanjakannya cukup panjang, di tambah kondisinya macet, mobil saya koplingnya habis jadi mogok di sini,” kata Daryo.
Pria asal Jakarta ini hendak pulang bersama keluarganya setelah berlibur ke obyek wisata Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
“Terpaksa harus tidur di jalan, melihat kemacetan kendaraan seperti ini,” tuturnya.
Terlihat sejumlah penumpang yang mobilnya mogok, dan tidak kuat menanjak memilih turun dari mobil untuk berjalan kaki mendaki Tanjakan itu. Tidak hanya mobil, motor pun mengalami hal sama.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












