JURNALSUKABUMI.COM – Rasa pilu Andini Sucianti (20), istri Ega Anugrah Putra (29), korban pembacokan orang tak dikenal tak dapat terbendung lagi saat dikunjungi Wali Kota Sukabumi, Achamd Fahmi, Jumat (29/04/2022).
Bahkan, dirinya tak menyangka orang nomor satu di Kota Sukabumi ini bisa tiba di kediamannya di Kampung Ciandam, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.
Dalam kunjungan itu, Kang Fahmi sapaan akrab Wali Kota Sukabumi, menyampaikan turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga yang ditinggalkan, juga memberikan dukungan berupa santunan dan sembako, serta pengecekan kesehatan keluarga korban.
“Kedatangan saya untuk menyampaikan ikut berduka cita atas meninggalnya almarhum kepada keluarga korban,” tutur Kang Fahmi.
Ia mengaku, akan mendorong pihak Kepolisian agar segera mengungkap pelaku pembacokan tersebut. Keluarga korban pun secara pribadi turut meminta kepadanya agar mengawal proses hukum kejadian ini.
“Mendorong aparat keamanan agar segera menangkap pelaku pembacokan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kang Fahmi sapaan akrabnya itu mengimbau agar masyarakat juga bisa ikut terlibat kerjasama dalam menghadapi tindak kejahatan ini.
“Ke depan mari bersama-sama melakukan kerjasama baik aparat dan masyarakat dalam menghadapi kejahatan. Sebab tidak hanya bisa mengandalkan aparat keamanan saja,” tandasnya.
Sebelumnya, Andini sempat menerangkan rangkaian peristiwa sesaat sebelum suaminya meregang nyawa di tangan orang tak dikenal itu. Bermula saat malam, seorang teman suaminya berinisial A yang bertamu ke rumahnya. Dan mengungkap, jika A ini tidak begitu kenal dekat dengan sang suami.
“Malam sebelum kejadian, A temannya di rumah bergadang. Sekitar pukul 01.00- 02.00 WIB masih terdengar ngobrol berdua mereka. Pas keluar rumah nggak bilang, biasanya bilang dulu pamit, A orang sini masih tetangga, teman tapi nggak terlalu dekat,” terang Andini.
Selepas suaminya melangkah keluar rumah, beberapa jam kemudian Ia mendengar bahwa suaminya telah menjadi korban pembacokan. Ia juga sempat mendengarkan penuturan seseorang yang berujar melihat kejadian tersebut.
“Ada saksi kan sempat lihat dibacok, aa sadar teh berusaha lari pas tanjakan digusur katanya kaki si aa, lalu tangannya dipegang dikeatasin. Kayak pengen puas aa udah nyerah teh. Niatnya aa ke rumah malah ditarik lagi sampai enggak ketolong,” jelas Andini.
Atas peristiwa tragis itu keluarga korban meminta aparat Kepolisian bisa segera mengusut tuntas kejadian ini, dan memberi hukuman yang setimpal terhadap pelaku.
“Polisi bahkan belum bertemu atau menghubungi saya, waktu hari pertama kejadian saya di RS Syamsudin,” ungkap Andini. Sebelumnya, korban sempat dilarikan kerumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong, karena luka sabetan senjata tajam yang cukup parah.
Sehari-hari Egi dikenal sebagai pribadi yang riang. Sebagai tulang punggung keluarga, Egi berjualan makanan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya enggak percaya, karena suami sering bercanda. Jadi enggak percaya ada kejadian itu, pas saya lihat baru percaya. Pengennya dihukum setimpal, enggak nerima suami meninggal secara tragis. Takutnya almarhum enggak tenang di sana, ikhlas mah ikhlas insyallah kalau perginya takdir dari Allah, tapi caranya saya enggak rida,” tuturnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












